Inspektorat Mendesak Perketat Pengawasan Pendidikan

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Daryanto meminta pada semua Inspektorat Jenderal tingkat daerah untuk memperketat pengawasan terutama dalam bidang pendidikan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi segala bentuk paraktek suap setelah mencuatnya kasus ijon proyek di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kebumen.

Daryanto mengatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah meminta dirinya untuk menegaskan kepada semua kepala dinas agar tidak bermain-main dengan anggaran negara. Pasalnya sabtu kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap lima pejabat di Kabupaten Kebumen dan seorang pengusaha swasta terkait dugaan suap proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen.

Sebanyak dua orang ditetapkan sebagai tersangka yakni Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhi Tri H dan pegawai dinas pendidikan Kebumen Sigit Widodo dengan barang bukti uang tunai sebesar Rp 70 juta, buku tabungan serta bukti elektronik.

Daryanto mengatakan bahwa lembaganya sedang membuat sistem aplikasi yang nantinya akan mengawasi anggaran dan transaksi keuangan pendidikan daerah yang berada di bawah kemeterian. Sehingga transaksi tersebut dapat transparan dan terpantau hingga ke pusat, “Sistem pencegahan ini baru akan kami rilis Desember nanti”, lanjut Daryanto.

Adapun APBD perubahan 2016, Dinas Pendidikan mendapatkan alokasi dana Rp 4,8 miliar untuk pengadaan buku, alat peraga serta teknologi informasi dan komputer. Kemudian saat ini KPK sedang mendalami adanya indikasi bahwa PT OSMA Group yang merupakan perusahaan pegadaan alat peraga sebagai perusahaan fiktif. “Kita sedang mendalami, karena banyak sekali perusahaan-perusahaan yang hanya dipinjam benderanya”, ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. (Atep/ berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response