Inilah Kelompok Syi’ah di Indonesia dan Metode Penyebarannya

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Ditinjau dari perjalanan sejarah, komunitas Syi’ah di Indonesia dapat dikategorikan dalam tiga generasi utama, yaitu : Generasi pertama, sebelum meletus Revolusi Iran tahun 1979. Syi’ah sudah ada di Indonesia, baik Imamiyah, Zaidiyah maupun Isma’iliyah. Mereka menyimpan keyakinan itu hanya untuk diri mereka sendiri dan keluarga yang sangat terbatas.

Karena itu, mereka bersikap sangat eksklusif, tidak atau belum punya semangat misionaris untuk menyebarkan ajarannya kepada orang lain. Generasi kedua, didominasi oleh kalangan intelektual kebanyakan berasal dari perguruan tinggi. Tertarik kepada Syi’ah sebagai alternatif pemikiran Islam. Mereka lebih tertarik kepada pemikiran Syi’ah daripada ritus-ritus atau fiqihnya.

Dari segi struktur sosial, generasi ini berasal dari kelompok menengah atas, kebanyakan mahasiswa dan akademisi perguruan tinggi. Dari  segi mobilitas, banyak di antara mereka yang punya akses kepada hubungan Islam internasional. Dari segi ideologis, cenderung radikal, lebih mirip dengan atau padanan dari kelompok Neo-Marxian.

Generasi ketiga, kelompok ini mulai mempelajari fiqih Syi’ah, terutama oleh lulusan Qom di Iran. Bukan lagi sekedar pemikiran, mereka cenderung misionaris yang tinggi dalam menyebarkan ajaran, dimensi intelektual sangat rendah, karena lebih sibuk pada fiqih, menganggap Syi’ah gelombang kedua (pemikiran) itu sebagai bukan Syi’ah yang sebenarnya, cenderung memposisikan diri sebagai representasi original tentang faham Syi’ah dan atau sebagai pemimpin Syi’ah di Indonesia. (akbar/MUI)

 

sam

No comment

Leave a Response