Inggris Sepakat Danai Proyek Informasi Data LaporCovid-19 Di Jatim

 

Matamatanews.com, SURABAYA –Pemerintah Inggris melalui Duta Besarnya di Jakarta telah menyetujui proyek bersama senilai £56.178 (Rp 987 juta) untuk meningkatkan kemampuan pengumpulan data dan penyampaian informasi. Jawa Timur menjadi wilayah pertama yang masuk di dalam kerjasama baru ini.

Proyek ini merupakan bagian dari program Digital Access dibawah Kedutaan Inggris di Jakarta dan akan dilaksanakan dengan koordinasi bersama Pemerintah Indonesia, dimana Jawa Timur adalah salah satu wilayah yang menjadi prioritas. 

Perlu diketahui di saat pembatasan-pembatasan sosial mulai dilonggarkan secara bertahap, pemerintahan di seluruh dunia berupaya dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan data untuk mengidentifikasi dan mencegah resiko kesehatan publik. Peran warga dalam penyampaian informasi menjadi komponen penting dalam mengatasi permasalahan data, terutama membantu kelompok yang beresiko tinggi. Itulah mengapa peran wadah laporan warga seperti LaporCOVID-19 harus terus didukung.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, pertumbuhan kasus baru di Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Untuk mengatasi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengembangkan sebuah sistem pengolahan data secara langsung (real-time) untuk memetakan penyebaran COVID-19. 

Pemerintah Inggris sangat mendukung upaya ini. Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste Owen Jenkins bahkan akan meresmikan proyek secara daring dengan Inisiator LaporCOVID-19, Irma Hidayana, dan Anggota Rumpun Kuratif Gugus Tugas COVID-19 Jawa Timur Dr. Makhyan Jibril A, MSc, M.Biomed.

Kerjasama antara Kedutaan Inggris, LaporCOVID-19, dan Pemerintah Jawa Timur ini meliputi beberapa hal antara lain pengembangan dan pemeliharaan sistem untuk mengumpulkan data, peningkatan kemudahan bagi warga untuk melaporkan informasi, dan mengembangkan visualisasi materi kesehatan publik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai wilayah dengan risiko tinggi dan kecenderungan lainnya.

Proyek ini sejalan dengan prioritas Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan kapabilitas pengumpulan dan integrasi data. Melalui proyek ini, mekanisme pelaporan data kasus di tingkat warga akan diperkuat. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga sangat penting dalam memberi masukan bagi pembuat kebijakan untuk menghasilkan kebijakan-kebijakan yang berbasis data dan sesuai dengan kondisi di daerah. 

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Owen Jenkins mengatakan, Informasi sangatlah krusial dalam upaya pertempuran melawan COVID-19.

"Kita harus bekerja sama dalam mengumpulkan data sebaik-baiknya, baik di tingkat pemerintah melalui pelaporan dari warga. Saya sangat senang bahwa Pemerintah Inggris dapat mendukung kerja yang luar biasa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama LaporCOVID-19, untuk mengembangkan sebuah wadah data daring yang lengkap, " ungkapnya.

Owen menambahkan, ditengah pandemi COVID-19 yang berdampak juga di Inggris dan Indonesia, pihaknya senang dapat berperan dalam proyek manajemen risiko ini melalui pendanaan dari program Digital Access.

"Kami percaya bahwa proyek ini dapat mendukung pengembangan sebuah wadah yang terintegrasi untuk membantu kita dalam melawan pandemi," imbuhnya.

Inisiator LaporCOVID-19 Irma Hidayana, mengatakan, LaporCOVID-19 percaya bahwa transparansi, akuntabilitas, dan akurasi data mengenai COVID-19 menjadi kunci bagi pemerintah dalam membentuk kebijakan kesehatan untuk melawan pandemi. Saat ini menurutnya, Jawa Timur telah menjadi pusat baru penyebaran COVID-19, dimana jumlah kasus baru harian telah melampaui jumlah di Jakarta. 

"Pemerintah Jawa Timur akan menjadi panutan dan data mengenai COVID-19 merupakan salah satu yang paling lengkap. Kami sangat menghargai Pemerintah Jawa Timur yang menunjukkan komitmen kuat  dalam kerjasamanya dengan masyarakat sipil dalam menangani pandemi ini, " pungkasnya. (A Hari / hen /berbagai sumber)

 

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response