Indonesia Target Syiah?(bagian Pertama)

Matamatanews.com,JAKARTA—Sampai saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum paham tentang akidah dan kemurniannya sehingga tidak heran sebagian mereka terjerumus dalampraktik kesyirikan, khurafat, dan takhayul. Disisi lain, fitnah dan dusta  juga masih masif digaungkan kelompok’ ingkar sunnah’.  Menurut seorang ulama Syi’ah al-Mufid dalam kitab Awail al-Maqalat, menegaskan bahwa Al-Qur’an yang ada saat ini tidak orisinil. Al-Qur’an sekarang telah mengalami distorsi, penambahan dan pengurangan. Tokoh Sy’iah lain mengatakan dalam kitab Mir’atul Uqul Syarh al-Kafi,  bahwa al-Qur’an telah mengalami pengurangan dan perubahan.

Para ulama ahlus sunnah telah sepakat akan sesatnya sekte Syi’ah. Semua kitab-kitab yang membicarakan tentang firqah sesat memasukan Syi’ah dengan beragam sekte-sektenya termasuk firqah yang sesat dan menyesatkan. Belakangan ini pemahaman sekte Syi’ah mulai semarak di tanah air, terlebih  adanya sejumlah dukungan sebagian para tokoh islam membuat kelompok Syi’ah semakin jumawa. Selama ini masih banyak kalangan islam sendiri melihat Syi’ah seperti bagian dari agama Islam. Padahal, jika dikaji lebih dalam kita akan mengetahui dan menemukan perbedaan yang sangat jauh dengan Islam.

Kini tidak sedikit umat Islam yang terpengaruh dengan ajaran Syi’ah, tak terkecuali dari para tokoh islam itu sendiri. Sebagian tokoh dari Indonesia banyak tidak paham tentang syi’ah,hanya karena semangat persaudaraan,mereka terbawa secara emosional untuk membela Syi’ah,bahkan berani mengatakan Syi’ah itu tidak sesat.Orang tertipu karena tidak membaca sumber utama. Kalau benar-benar mempelajari secara murni dan obyektif,kita akan sampai pada kesimpulan Syi’ah itu bermasalah. Kini isu Indonesia menjadi target Syi’ah pun berpotensi mencabik keutuhan aqidah umat Islam,pada khususnya ahlus sunnah.

Ada perbedaan yang signifikan antara ajaran Ahlusunnah dan Syi’ah.Di dalam ushuluddin, rukun islam dan rukun Iman antara kedua jaran ini sudah berbeda. Konsekuensinya dari perbedaan itu, kelompok Syi’ah mengkafirkan kelompok Ahlusunnah. Mereka menganggap orang-orang Ahlusunnah Wal Jamaah telah keluar dari Islam.bahkan orang Syi’ah menganggap kekafiran Ahlusunnah lebih berat dari kekafiran Yahudi dan Nasrani. Alasannya, kekafiran Yahudi dan Nasrani dianggap kekafiran asli. Artinya,dari awal mereka memang kafir. Sedangkan Ahlusunnah oleh Syi’ah dianggap murtad. Atas pandangan inilah, akhirnya orang-orang Ahlusunnah juga memandang orang Syi’ah adalah kafir.

Ketua Bidang Organisasi Yayasan Albayinnat,Habib Achmad (60),pada tahun 2012 pernah mengatakan,ia curiga mengapa ada gagasan Ukhuwah Islamiyah antara kedua ajaran tersebut.Justru yang harus dipertanyakan oleh para ulama mengapa Syi’ah yang berpusat di Iran tidak berukhuwah dengan jamaah Ahlusunnah Wal jamaah di Iran sendiri. “ kenapa gagasan itu muncul di Indonesia,padahal kita tahu bumi Indonesia adalah Ahlusunnah Wal Jamaah yang sudah jelas berbeda dengan Syi’ah,” paparnya.

Dan ironisnya, ulama Ahlusnnah di Indonesia pun tampaknya kurang tegas terhadap keberadaan ajaran Syi’ah ini,mereka cenderung mengambil sisi positifnya,bersikap tidak kritis, lembek dan mengganggap tidak ada perbedaan antara keduanya,sehingga dengan leluasa menggunakan kebebasan beragama sebagai tamengnya sambil terus menggerus akidah Islam lainnya. Terlalu! (samar)

sam

No comment

Leave a Response