Indonesia – Ceko Jajaki Kerja Sama di Sektor Pertahanan

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Indonesia melakukan penjajakan kerja sama dengan Republik Ceko di sektor industri pertahanan. Penjajakan ini dilakukan untuk penguatan disektor pertahanan nasional, karena Ceko dianggap sebagai salah satu negara yang memiliki kekuatan industri permesinan dan pertahanan, ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga.

Pada awal November 2016, Menteri Pertahanan Indonesia akan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Ceko. Dalam pertemuan tersebut rencananya akan dihadiri oleh Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan kedua negara.

Airlangga juga mengatakan, dengan adanya penjajakan kerja sama tersebut, pihaknya akan mempelajari kebutuhan apa saja yang diperlukan di industri pertahanan dan berpotensi untuk dilakukan kerja sama dengan Ceko. "Alat pertahanan kan banyak, seperti alat persenjataan, alat tempur, dan amunisi. Tapi nanti kita lihat, apa yang juga bisa dikerjasamakan dengan PT Pindad," ujarnya.

Industri pertahanan dalam negeri di bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista) memiliki prospek yang cukup baik. Misalnya, PT Pindad (Persero) telah mumpuni dalam merancang dan membuat kendaraan tempur, persenjataan dan amunisi. "Untuk itu, Kementerian Perindustrian meminta kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kementrian Pertahanan, dan lembaga negara lainnya agar lebih banyak membeli produk dari industri nasional," tegasnya.

Penguatan alutsista pertahanan nasional semakin dipacu melalui penelitian, pengembangan dan rekayasa (litbangyasa) yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sementara itu, dibidang dirgantara, pesawat buatan Indonesia sudah menembus pasar ekspor dan dapat bersaing dengan pabrikan internasional.

Menurut data dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI), sekitar 40 pesawat baling-baling tipe CN235 dan NC212 sudah di ekspor ke beberapa negara pada akhir 2015 silam. Dari jumlah itu, ekspor jenis pesawat CN235 mencapai 35 unit dan menjadi unit yang paling laris. Negara yang menjadi pelanggan produk PTDI adalah seperti Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Pakistan, Filipina, hingga Uni Emirat Arab. [Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response