IndoCEISS Gelar Webinar "Peranan Cloud Computing Untuk Pendidikan Tinggi"

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -IndoCEISS menggelar webinar  mengusung tema “Peranan Cloud Computing untuk Pendidikan Tinggi" pada Sabtu (07/05/2021).

Dosen Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Unsoed Dr.Nurul Hidayat,S.Pt.,M.Kom. menjelaskan bahwa Indonesian Computer, Electronics and Instrumentation Support Society (IndoCEISS) merupakan organisasi yang dibentuk atas dasar kesamaan profesi. IndoCEISS didirikan di Yogyakarta pada tanggal 19 Januari 2010 sebagai hasil pemikiran adanya kebutuhan organisasi profesi bidang komputer, elektronika, dan instrumentasi di Indonesia.

Nurul yang juga Ketua Departemen Branding dan Creativity IndoCEISS menambahkan  bahwa  Dirjen Kemendikbud Ristek RI Prof.Ir.Nizam,M.Sc.,PhD.,IPM,ASEAN Eng. secara resmi membuka acara Webinar IndoCEISS tahun 2021 pada Sabtu (08/05). 

"Webinar ini dihadiri oleh 411 peserta dari seluruh Indonesia melalui daring dengan aplikasi zoom meeting. Acara ini diawali dengan Pelantikan Pengurus Pusat dan Pengurus Provinsi IndoCEIS di 34 Provinsi secara daring, yang dipandu langsung Ketua Umum IndoCEISS Prof. Dra.Sri Hartati,M.Sc.,Ph.D," ungkap Nurul. 

Dalam sambutannya, Dirjen Kemendikbud Ristek RI Prof.Ir.Nizam,M.Sc.,PhD., kIPM,ASEAN Eng. menyampaikan selamat untuk para pengurus yang baru dilantik dan berharap siap untuk bekerja secara maksimal menyiapkan talenta digital dan ekonomi digital kedepannya. Dia juga menyampaikan sharing mengenai Kampus Merdeka dalam rangka menyediakan SDM unggul untuk Indonesia Maju. 

“Saya sangat berharap teman-teman bisa bermitra erat dengan Industri dan para pemain teknologi global sehingga akselerasi itu bisa kita lakukan. Kita tidak bisa mengerjakan sendiri, harus bergandengan tangan, bergotong royong dengan mitra kita untuk menciptakan ekosistem yang baik," ujar Prof. Nizam.

Selaras dengan harapan Dirjen Kemendikbud Ristek RI tersebut Indonesian Computer Electronics and Instrumentation Support Society (IndoCEISS) yang saat ini di pimpin oleh Prof. Dra.Sri Hartati,M.Sc.,Ph.D. beserta pengurus terus berupaya menjadi wadah bagi ilmuwan, praktisi, pendidik  dan penggemar di bidang komputer, elektronika, instrumentasi yang menaruh minat untuk memajukan bidang tersebut.

Dr.Nurul Hidayat menjelaskan bahwa dalam webinar kali ini, IndoCEISS menghadirkan 3 orang narasumber untuk memberikan sharing Ilmu mengenai Peranan Cloud Computing dalam Pendidikan Tinggi diantaranya Dr. Mardhani Riasetiawan,S.E.,AK.,MT dari Lab Riset Sistem Komputer dan Jaringan Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Dr.Fredy Purnomo,S.Kom.,M.Kom yang merupakan Dean of School Computer Science Bina Nusantara University, serta Furin Ongko yang merupakan seorang Program Manager di Amazone Web Service Indonesia. 

Dr.Nurul Hidayat menambahkan, walaupun dilaksanakan secara daring, namun seluruh peserta nampak antusias mengikuti sharing dari 3 orang Narasumber pilihan tersebut, terbukti dengan banyaknya pertanyaan dari para peserta webinar dari Sabang sampai Merauke yang sangat antusias untuk memanfaatkan dan mengimplementasikan Cloud Computing untuk kemajuan akses dan proses pendidikan di daerah masing-masing. 

"Sederhananya Cloud Computing merupakan metode penyimpanan data, server, database, jaringan, dan perangkat lunak. Cloud computing dapat memudahkan operasional karena memiliki banyak keuntungan, seperti irit biaya, meningkatkan produktivitas, kecepatan, efisiensi, performa, dan keamanan," jelas Nurul.

Sementara Ketua Umum IndoCEISS Prof.Dra.Sri Hartati,M.Sc.,Ph.D  memaparkan bahwa setelah 1 dekade berdiri atau tepatnya sejak 19 Januari 2010 Organisasi IndoCEISS hadir dengan bentuk kesatuan dimana kedaulatan tertinggi di tangan anggota melalui Musyawarah Nasional dan dibentuk atas dasar kesamaan profesi untuk memberikan sumbangsih dalam pengembangan SDM melalui bidang keilmuan elektronika, instrumentasi dan ilmu komputer atau informatika.

“Pengembangan SDM mengarah ke profesian. Kalau profesiannya baik maka kita bisa membantu pengembangan mutu pendidikan di Indonesia. Salah satu yang sudah kita hasilkan dan diakui secara nasional adalah berdirinya Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM),” ujar Sri Hartati. 

Selanjutnya Sri Hartati menjelaskan bahwa motivasi IndoCEISS mendirikan LAM, untuk mendidik seluruh anak bangsa. IndoCEISS katanya, tidak hanya mengkritisi dalam pengembangan SDM dan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan saran dan arahan kepada pemerintah maupun dunia pendidikan.

Dijelaskan Sri Hartati bahwa IndoCEISS belum memiliki finansial yang kuat seperti asosiasi lainnya. Meskipun finansial kecil namun tidak mengganggu IndoCEISS untuk terus berkarya membantu meningkatkan SDM di Indonesia. 

“Iuran kita itu cuma 200 ribu per tahun itu pun kalau seseorang mempublis jurnal di IndoCEISS akan dikembalikan sebagai potongan biaya publikasi. Jurnal IndoCEISS juga diakui dan setiap penerbitan dapat membantu anggotanya mendapatkan angka kredit. Tapi Alhamdulillah setiap melaksanakan kegiatan selalu mendapat dukungan,” tutup Sri Hartati.

Dikatakan Nurul Hidayat, saat ini jumlah anggota IndoCEISS sebanyak 1.200 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak terbatas pada forum diskusi dan webinar rutin, IndoCEISS juga rutin memberikan sharing secara gratis kepada masyarakat umum melalui kanal youtube di channel IndoCEISS TV, Training. 

"Jurnal lengkapnya silahkan di akses di website indoceiss.or.id," pungkasnya. (Hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response