Imunisasi HPV Cegah Kanker Serviks

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Pemberian imunisasi HPV (Human papilloma virus) merupakan bagian dari program imunisasi nasional yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Namun, karena banyak beredarnya informasi yang salah, program tersebut menimbulkan kontroversi.

Direktur Surveillance dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr Elizabeth jane Supardi menyebutkan usia paling optimal untuk melakukan imunisasi kanker serviks ialah usia 9-13 tahun.

Jane menambahkan,”Imunisasi HPV dapat mencegah kanker hingga 100 persen, dengan syarat harus dilakukan sebanyak dua kali kepada perempuan yang belum berhubungan seks, untuk itu kita perkirakan anak  siswa SD kelas 5 dan 6 belum berhubungan seks”.

Banyak pendapat di media sosial yang mempertanyakan mengapa HPV tidak di berikan kepada perempuan yang sudah aktif berhubungan seksual. Namun, Jane menegaskan,”Jika diberikan kepada seseorang yang lebih tua, efektivitas semakin menurun karena kemungkinan melakukan hubungan seks lebih tinggi. Kemudian potensi terjangkit virus HPV lebih besar”.

Program ini sendiri mulai di uji coba di DKI jakarta dan Yogyakarta kerena kedua kota tersebut dianggap sudah siap. Sehingga jika berhasil maka program imunisasi tersebut dapat diusulkan ke DPR untuk menjadi program nasional.

Namun, Jane mengatakan beberapa kabupaten di bali sudah dua tahun hingga tiga tahun lalu telah menggunakan APBD untuk program vaksinasi HPV gratis. Selain itu, Surabaya juga ikut menggunakan dana APBD untuk program tersebut.

Pemberitaan yang salah dan banyak beredar di media sosial ialah mengatakan bahwa program tersebut diinisiasi oleh pemerintah DKI Jakarta dibawah Gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa di sapa Ahok.

Untuk program yang dilakukan di DKI Jakarta dan Yogyakarta, pemerintah pusat bekerja sama dengan GAVI (Global Alliances fro Vaccine and Immunization). GAVI sendiri didanai oleh Yayasan Bill & Melinda Gates, sejumlah negara Eropa Barat dan beberapa organisasi amal lainnya.

GAVI merupakan kemitraan yang mempunyai komitmen untuk mendistribusikan pengunaan vaksin untuk meningkatkan kesehatan anak-anak di negara-negara berkembang dalam bentuk hibah. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response