Imbang Sebut Pendirian Negara Palestina Tidak Perlu Izin Israel

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Pengamat ekonomi Islam Imbang Djaya mengatakan bahwa pendirian negara Palestina tidak perlu izin Israel maupun antek-anteknya.Menurutnya, Palestina memiliki otoritas penuh atas pendirian negaranya tanpa harus izin dengan negara manapun diatas bumi ini

“Palestina adalah negara yang berdaulat dan memiliki ibukota Negara Palestina yaitu Yerusalem walaupun siapa yang mengakuinya, dan kemerdekaan Palestina adalah mutlak dan hak-hak nasional mereka bukan hadiah atau pemberian Israel maupun dari negara lain,” tegas Imbang yang ditemui Matamatanews.com dikawasan Salemba, Jakarta, Kamis (24/8/2021).

“Palestina punya hak menentukan nasibnya sendiri untuk merdeka dan selama ini telah mengikuti aturan main internasional diberbagai perundingan , baik regional ditingkat  timur tengah, eropa maupun asia.Sudah saatnya komunitas internasional bersikap tegas terhadap tindakan Israel yang semakin beringas terhadap warga Palestina diberbagai unjuk rasa di sepanjang Jalur Gaza, terutama negara negara Islam harus berani menentang pendudukan Israel atas Palestina, bukan sebaliknya,” lanjut Ketua Lembaga Ekonomi Islam (LEI) yang akrab disapa Imbang ini, serius.

Imbang menuturkan kondisi di Palestina  saat ini sudah sangat memprihatinkan, sehingga campur tangan dunia Islam dan internasional sangat dibutuhkan.

“Tanah Palestina  saat ini masih dijajah Israel , juga masih menduduki Masjid Al-Aqsha, al-Haram, dan Ash-Sharif. Oleh karena itu,saya menganggap isu Palestina sudah sangat mengkawatirkan dan butuh penangan serius dari komunitas internasional, terutama negara negara yang mengaku Islam,” ucap Imbang Djaya.

Selain mendorong kepedulian dunia Islam, Imbang juga mengatakan sikap lembaga ekonomi Islam  yang dipimpinnya tidak pernah berubah terhadap Palestina, dengan mendukung hak mereka mendirikan negara yang merdeka secara penuh dan mempunyai ibukota di Yerusalem.

“Penindasan luar biasa Israel yang dipertontonkan Israel terhadap warga Palestina seperti pembongkaran rumah dan pengggusuran tanah untuk pemukiman Israel di Tepi Barat sudah diluar batas kemanusiaan. Dengan cara beringas seperti itu seharusnya Israel bisa berfikir ulang untuk melakukan penindasan terhadap warga Palestina secara kontinyu.Inilah saatnya bagi Palestina untuk bergerak maju menjadikan Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, bukan  sebagai negara jajahan zionis,” pungkas Imbang. (bar)

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response