Imbang Djaya Sebut, Pejabat Lebih Mementingkan Egonya

 

Matamatanews.com, JAKARTA - Mengawali perbincangan dengan Pengamat Ekonomi Islam Imbang Djaya, ia membuka percakapan tentang ucapan seorang pejabat di acara MATA NAJWA beberapa minggu lalu, dimana Luhut Binsar Panjaitan mengatakan "KALIAN SUDAH BERBUAT APA UNTUK NEGARA". Ucapan LBP ini oleh Najwa Shihab ditegaskan bahwa yang dimaksud adalah Jenderal Gatot Nurmantyo. 

"Saya mencoba mendalami, "hal apa yang sudah LBP lakukan" sehingga merasa sudah berbuat banyak untuk negara. Jika dilihat dari perjalanan hidupnya, mulai sekolah dasar sampai lulus Akademi Militer, LBP sudah banyak menikmati bantuan negara. Semua sekolah disubsidi oleh negara, termasuk sekolah-sekolah yang LBP belajar didalamnya. Selama penugasan dimanapun juga, LBP mendapat gaji dan fasilitas dari negara, " kata Imbang.

Ketika sudah jadi pejabat penting lanjut Imbang, selain dapat gaji, LBP juga diberi jabatan yang membuatnya bisa berbuat lebih dari orang lain, jadi semua yang LBP dapatkan bukan karena kehebatannya, tapi karena bantuan dan fasilitas negara. Sedangkan kontribusinya sebagai pejabat sudah dibayar melalui gaji dan fasilitas-fasilitas yang diterimanya. 

"Jadi siapapun yang didukung negara, pasti bisa melakukan yang dilakukan LBP, sedangkan yang dilakukan negara "Tidak Bisa" dilakukan oleh LBP, " ungkapnya.

Imbang juga menjabarkan terkait hal yang menyangkut bisnis, coba diperiksa, kapan LBP mulainya, apa jabatannya pada saat itu. 

"Jika beliau berbisnis saat menjadi tentara atau pejabat negara, hal ini melanggar aturan yang ada. Jika ada proyek-proyek besar yang dikerjakan dengan mitra-mitra asing, dilihat juga, kapan kerjasama tersebut, jika saat itu LBP menjadi pejabat negara, maka hal ini adalah pelanggaran sumpah jabatan, " tegasnya. 

Tapi bukan hanya LBP yang melakukan hal tersebut kata Imbang, mungkin semua pejabat yang berbisnis modus operandinya sama dengan LBP. Hal yang sama mungkin juga dilakukan Gatot Nurmantyo dan para Jenderal pebisnis lainnya. Jadi semua menggunakan fasilitas dan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri. 

"Saat saya jadi kroni Cendana, hampir semua pejabat memanfaatkan jabatan, pengaruh dan popularitasnya untuk cari uang. Tidak heran jika para pejabat ORBA kaya-kaya semua, "ujarnya. 

Ia menyesalkan ucapan yang tidak baik dilontarkan LBP pada GN adalah perkataan "KAMU SUDAH BERBUAT APA UNTUK NEGARA?" Karena faktanya LBP dan GN sama-sama digaji negara dan diberi wewenang yang membuat mereka bisa berbuat untuk negara. 

"Menurut saya yang benar-benar orang hebat adalah "MEREKA YANG TIDAK PAKAI FASILITAS NEGARA MAMPU MENGHASILKAN KARYA-KARYA BESAR UNTUK NKRI". Kalau pejabat negara, sehebat apapun mereka, 90% kemampuannya karena dibayar, didukung dan difasilitasi negara. Sedangkan yang 10% sudah "SUDAH DIBAYAR JASANYA MELALUI GAJI dan KEWENANGAN" sehingga bisa bisnis dengan memakai pengaruh dari jabatannya, " imbuhnya. 

Imbang meyakini, jika tidak didukung negara, LBP dan para pejabat negara, pasti tidak bida apa-apa. Rakyat tidak semuanya tolol, jadi hati-hatilah jika berkata apa saja, karena akan kembali pada yang mengatakannya. (Javi/Nusa)

 

redaksi

No comment

Leave a Response