Imbang Djaya Sebut, Kita Berada Dalam Negara Dan Masyarakat Yang Egois

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Rencana Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menyelamatkan ribuan warganya dan puluhan tenaga kesehatan ditentang keras oleh para pengusaha yang takut merugi milyaran rupiah. Pejabat-pejabat perekonomian setingkat Menteri pun berpihak pada para pengusaha, sementara para dokter dan pengamat sosial berpihak pada Anies Baswedan. 

Pengamat Ekonomi Islam Indonesia Imbang Djaya mengamati, Jokowi sekali lagi "SEMBUNYI" dan "MENYELAMATKAN DIRINYA SENDIRI". Sebagai Kepala Negara Jokowi "TELAH MENELANJANGI KETIDAK KOMPETENANNYA" menghadapi dua kubu yang saling adu benar mencari simpati rakyat. Sedangkan rakyat yang netral hanya bisa menonton dengan kesal dan bingung, mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena harus menanggung beban berat menghidupi diri dan keluarganya ditengah ancaman maut dari Covid-19 dan ancaman maut dari kelaparan karena tidak punya penghasilan.

APA YANG HARUS DIKERJAKAN?

Imbang mengingatkan bahwa dalam situasi "EXTRA ORDINARY" ini sebaiknya "RAKYAT SEGERA MENYELAMATKAN DIRI MASING-MASING SEMAMPUNYA". 

"Jangan berharap apapun dari para pemimpin yang sedang berbeda pendapat, mereka PASTI TAKUT KALAH dalam ADU BENAR tersebut, jadi tidak mungkin mereka punya waktu untuk memberikan perhatian pada  jutaan rakyat yang sedang butuh makanan dan penghasilan, " kata Imbang.

"Jangan heran jika suatu saat nanti rakyat yang tidak tahan lagi dengan situasi ini akan mengamuk di segala penjuru. Bujukan dan tindakan sehebat apapun tidak akan mereka hiraukan lagi, semoga Allah SWT menyelamatkan bangsa ini, "imbuhnya.

SOLUSI APA YANG SAYA BISA TAWARKAN?

"Saya tidak mau mengkritik tanpa solusi, berdasarkan pengamatan semua pakar nasional hal yg paling utama adalah "SELAMATKAN NYAWA DARI PANDEMIK COVID-19", jadi "BUKAN SELAMATKAN EKONOMI", tapi karena situasi dan kondisi sudah terlanjur pecah menjadi dua kutub ekstrim maka solusinya adalah HARUS SEKALIGUS. Untuk itu dibutuhkan DANA STIMULUS yang relatif besar, yaitu sekitar $2 - $5 Trilyun. Dana tersebut SANGAT TIDAK ADA ARTINYA dibandingkan dengan ribuan NYAWA RAKYAT yang sedang terancam hilang. Jadi suka tidak suka semua pihak yang mampu mendapatkan dana stimulus tersebut harus segera bekerja keras DENGAN ATAU TANPA DUKUNGAN PEMERINTAH yang jelas-jelas sudah TERBUKTI GAGAL TOTAL, "jelas Imbang. 

Imbang menegaskan saat ini teamnya sedang bekerja mendapatkan dana dari berbagai sumber, termasuk team perwakilan NATIONAL STANDARD FINANCE yang dimotori oleh Eko Suharto.Saat ini menurutnya, sudah banyak pihak yang mengajukan pinjaman dana NSF via Eko Suharto, jika ditotal jumlahnya lebih dari $100 Millyar untuk berbagai proyek di manca negara.

"Sahabat-sahabat saya lainnya yang juga CINTA BANGSA DAN NEGARA INDONESIA dengan berbagai cara berupaya mendapatkan dana besar yang dibutuhkan rakyat kita. Kalau ditotal ada 5 - 6 grup yang sedang bekerja keras memakai DANA OPERASI SENDIRI. Mereka  ikhlas mengeluarkan dana puluhan milyar untuk biaya operasional ke berbagai negara demi membantu saudara-saudaranyanya sebangsa dan setanah air, " ungkapnya.

Mereka sangat paham bahwa rakyat TIDAK BISA MENGANDALKAN REZIM BERKUASA, karena rezim yang ada sedang cakar cakaran satu sama lain.

"Insya Allah Eko Suharto akan ke Amerika bulan ini, jika semua berjalan lancar maka bulan depan sudah ada dana yang cair. Insya Allah dana tersebut bisa membantu rakyat yang butuh. Saya ikut berpartisipasi dalam team para sahabat, tapi saya tahu HANYA ALLAH SWT YANG MAMPU MENOLONG KITA SEMUA. Jadi saya anjurkan agar semua yang butuh bantuan Allah SWT serius dan fokuslah MENJALANKAN PERINTAH ALLAH SWT DAN MENJAUHI LARANGANNYA... wallahu a'lam bissawab, "pungkas Imbang. (Javi/Nusa)

 

redaksi

No comment

Leave a Response