Imbang Djaya: "Rencana Allah Subhana Wa Ta'ala Jauh Lebih Dasyat Dari Niat Baik Kita

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Pengamat Ekonomi Islam Indonesia Imbang Djaya mengungkapkan, pengalaman tiap orang pasti berbeda-beda, tidak bisa disama ratakan, apa yang dialami seseorang belum tentu berlaku juga buat orang lain. 

"Jadi apa yang saya alami ini hanya berlaku untuk saya, tapi bisa dipakai hanya sebagai informasi atau perbandingan saja. Apa yang saya alami saat ini tidak terbayang sebelumnya, walaupun masih dalam proses, tapi jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berkehendak, apa yang saya kerjakan pasti bisa terealisir, " ungkapnya. 

Lebih lanjut Imbang menjelaskan sejak  terjun di bidang bisnis, niat utamanya adalah cari uang yang banyak, bukan cari proyek atau ingin punya perusahaan atau ingin punya pekerjaan, jadi STRAIGHT TO THE POINT, yaitu cari uang yang banyak melalui bisnis. 

"Pada awalnya saya hanya modal koneksi, saya dapat untung 100% - 150%. Kemudian saya modal power, saya dapat untung 800%. Setelah paham cara cari uang dengan mudah, saya putuskan untuk menikmati hidup dengan mantap alias makan tabungan, "jelasnya. 

Imbang menambahkan, selama 20 tahun lebih dia mantap dan menikmati hidup sesukanya. Dalam perjalanan 20 tahun lebih tersebut ia bertemu dengan berbagai jenis manusia yang cara mencari uangnya macam-macam. 

"Diantara mereka saya kenal dengan orang-orang yang cari uangnya dengan cara sangat cerdas seperti mantan Presiden BJ Habibie, ada juga yang cara cari uangnya dengan cara sangat licik dan biadab seperti para koruptor, politikus jahat yang memperalat negara-negara besar untuk menciptakan perang dan mafia-mafia dunia hitam," imbuhnya.

Ada juga yang cari uangnya dengan cara sangat agamis seperti para ulama berbagai agama, termasuk kelompok Vatikan, Anglikan, Budha Tsuzi, Rabitha el Islamiyah dan lain-lain. Kelompok terakhir yang ia jumpai adalah kelompok pemain uang di pasar uang dunia, mereka mendapatkan uangnya dari berjualan uang dan global bonds, diantara mereka juga ada yang melakukan ROLLING PROGRAM dengan keuntungan antara 200% - 6000% per tahun. 

"Mereka tidak dikenal publik, karena tidak muncul dipermukaan, hanya PROXY-nya yang muncul, seperti NSF, GEA, ACOLMA, BLACKSTONE, JP Morgan, ALTO, ECODOM dan lain-lain, " terangnya.

Lanjut Imbang, dana yang berputar seluruhnya lebih dari $1500 trilyun, jauh lebih banyak dari GDP negara-negara terbesar didunia. National Standard Finance yang tidak dikenal di Indonesia mengelola lebih dari $6 trilyun, jadi dana yang ada di Indonesia tidak ada apa-apanya dibanding dana yang ada didunia. 

"Tidak aneh jika sebagian besar rakyat kita ini cepat puas dengan apa yang mereka dapatkan saat ini, bagi mereka asal lebih hebat dari lingkungannya mereka sudah puas. Padahal tingkat kepuasan yang rendah inilah yang membuat kita tidak mau berusaha lebih keras agar menjadi bangsa dan negara yang lebih hebat dari Singapore atau China, "jelas Imbang. 

Saat ini 50% lebih rakyat kita miskin atau tidak mampu, tapi karena semua "nrimo" saja, maka upaya yang dilakukan cukup dengan BANSOS 600 ribu rupiah / KK saja. 

"Saya dulu tidak mau ikut-ikutan cepat puas, jadi saya selalu membuat standard yang tinggi, minimum 10 kali dari standard yang umum. Karena dikejar standard yang tinggi akhirnya saya putar otak sangat keras agar target-target yang saya buat bisa tercapai. Akhirnya sebelum umur 40 tahun semua yang saya targetkan sudah terlewati. Setelah itu saya buat target baru yang lebih besar lagi, jadi saya targetkan mendapat minimum 10 kali lebih besar dari yang sudah ada, tapi takdirnya saya diberi Allah Subhanahu Wa Ta’ala  jauh lebih besar dari10 kali lipat itu, "tuturnya. 

Sebelum mengakhiri pembicaraan, Imbang mengungkapkan jika semua berjalan sesuai yang Allah SWT sudah memprosesnya, maka apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berikan jumlahnya jauh diatas asetnya Jeff Bezos. Wallahu a'lam bissawab. (Javi/Nusa)

 

redaksi

No comment

Leave a Response