Imbang Djaya : Akankah Dana Stimulus Berpihak Pada Rakyat ?

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Wacana pemerintah untuk menggelontorkan dana stimulus sebesar Rp 6.000 triliun untuk memenuhi pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen per tahun, tampaknya  masih menimbulkan pro kontra dikalangan para ekonom dan pelaku usaha, termasuk pengamat ekonomi.

“Karena sempai detik ini dana yang diupayakan pemerintah masih belum  jelas. Artinya bangsa dan negara ini nasibnya juga belum jelas, jadi kita semua tebak-tebakan sendiri.Entah mau dibawa kemana arah bangsa dan negara ini ,” kata pengamat ekonomi Islam, Imbang Djaya.

Imbang menyesalkan, berbagai media, baik cetak,televisi, maupun online tidak satu pun yang menjelaskan situasi ekonomi dan dana stimulus yang telah tersedia.Dampaknya tidak satupun pejabat yang dapat menjawab apa yang tengah terjadi dengan kondisi keuangan negara saat ini maupun yang akan datang,

“Orang-orang yang serba kecukupan sampai menghentikan aksi belanja mereka, akibatnya aktivitas jual beli barang-barang sekunder dan tersier langsung terpuruk. Kini semua pihak menunggu sampai ada kepastian dari pemerintah, “kita ini sedang dimana dan menuju kemana?” jelas pria yang akrab disapa Imbang kepada Matamatanews.com.

Sejauh ini Menteri Keuangan Sri Mulyani  saja kata Imbang, hanya bisa memperikiarakan ekonomi akan bergerak normal seusai vaksinasi, sementara Menkes Budi Sadikin minta tambahan anggaran sebesar Rp 134 triliun tapi belum dijawab.

“Akibatnya kedatangan vaksin bulan Maret dan April ditunda karena tidak ada dananya. Artinya vaksinasinya tidak jelas kapan selesainya dan konsekwensinya ekonomi pun tidak jelas kapan bergeraknya. Padahal para pengusaha UMKM dan sektor informal sudah babak belur dan hancur.Menurut Dr. Ali Mahsun Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia, jangan salahkan jika kesabaran para pelaku UMKM dan sektor informal habis, konsekwensinya bisa berdampak pada kehidupan sosial dan politik di NKRI ”, lanjut Imbang.

Kata Imbang, pada akhirnya Sri Mulyani menyadari bahwa semua upaya yang dikerjakan hanya bisa berhasil bila ada pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala, dan ia meminta kepada seluruh jajarannya untuk berdo’a dan memohon pertolongan yang  Maha Kuasa.

“Dan tampaknya Sri Mulyani sangat paham bahwa negara dalam bahaya besar, hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang bisa menyelamatkan bangsa ini. Semoga do’a Sri Mulyani dan seluruh jajarannya dikabulkan Allah subhanahu wa ta’ala sehingga semua selamat. Tidak ada konflik sosial dan politik yang dikhawatirkan kata dr.Ali Mahsun,” jelas Imbang mengutip pernyataan dr.Ali Mahsun.

“ Kalau sekelas Sri Mulyani saja angkat tangan, apalagi saya yang bukan siapa-siapa. Saya hanya kenal dengan para pihak yang punya dana atau akses ke sumber dana raksasa, juga ke para penemu obat Covid 19. Jika semua pejabat sudah buntu maka saya Insya Allah bisa jadi salah satu alternatif yang insya Allah bisa membantu NKRI. Syaratnya tidak berat, yaitu semua dana dan obat yang dipakai harus dijalankan oleh para pejabat yang soleh dan soleha. Jika dijalankan oleh pejabat yang dzalim, semua akan amburadul, karena akan banyak KKN nya. Keterpurukan yang terjadi saat ini adalah akibat para pengelola yang menjalankannya tidak amanah, jika semua pejabat kita amanah, jujur dan lurus, kita tidak akan terpuruk seperti saat ini. 

Bila dibutuhkan, Insya Allah saya bisa membantu untuk mendapatkan pinjaman US$ 500 miliar per tahun, jadi jika semua dijalankan dengan baik, bukan hanya masalah ekonomi bisa kita atasi, tapi hutang yang sudah Rp 8.000 triliun Insya Allah bisa kita lunasi.Wallahu ‘alam bissawab ” tegas Imbang mengakhiri.(sam)

redaksi

No comment

Leave a Response