Imbang Djaya: "Akan Datang Suatu Masa Sangat Merepotkan TNI Dan Polri"

 

Matamatanews.com, JAKARTA - Kerusakan ahlak yang terjadi akibat praktek KKN gila - gilaan di zaman ORBA melahirkan konglomerat - konglomerat yang membentuk kerajaan - kerajaan kecil sendiri - sendiri. Biasanya mereka adalah dari etnis Cina yang di back up oleh jenderal - jenderal kroni Soeharto. Setelah Soeharto lengser, masing - masing kelompok menjalankan usahanya dengan memakai modal hasil jarahan selama masa ORBA. 

Sampai detik ini kelompok - kelompok konglomerat tersebut adalah penguasa yang mengontrol semua hal menyangkat Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif. Jika dituduh sebagai dalang dari semua kejadian, mereka PASTI tidak mau mengaku, tapi semua kejadian menyangkut kebijakan negara, PASTI dibuat untuk kepentingan mereka. 

Hal ini sangat debatable, pro dan kontra sangat tajam, terutama diantara mereka yang tidak luas pergaualannya. Jadi jika kita mau masuk arena yang pemainnya adalah kelompok - kelompok konglomerat tersebut, maka kita HARUS PUNYA kemampuan sama atau lebih hebat dari mafia - mafia tersebut. Jika kita hanya selevel Soeharto saja, maka kita harus ikut bermain seperti mereka, kalau tidak ikut, maka nasib kita seperti Soeharto yang mau tetap jadi god father, akhirnya dikerjai orang - orang yang dibesarkannya sendiri, termasuk para dalang tersebut. 

Jadi bagi para sahabat yang bermimpi mau membenahi bangsa dan negara ini, PASTIKAN BENAR bahwa kalian punya kekuatan, kekayaan, kecerdasan dan ketegaan lebih hebat dari para dalang tersebut. Sebagai ilustrasi, lihat saja 10 orang terkaya di NKRI versi majalah FORBES, jika kekayaan kita kurang dari total kekayaan 10 orang terkaya tersebut, sebaiknya kita tidak usah mimpi mau membenahi NKRI, KECUALI jika kita dibantu Allah Subhanallahu wa Ta’ala  dengan mukzizat - mukjizat yang sudah sangat jarang terjadi. 

Bukan berarti NKRI tidak bisa dibenahi, yang akan benahi NKRI adalah Allah Subhanallahu wa Ta’ala              sendiri. Biasanya caranya sangat EKSTRIM, bisa melalui perang saudara yang MEREPOTKAN TNI dan POLRI, atau bencana alam maha dahsyat. Semua tidak ada yang tahu. Wallahu a'lam bissawab. (Penulis : Imbang Djaya, Pengamat Ekonomi Islam)

 

redaksi

No comment

Leave a Response