Ilmuwan: Malaria Di Inggris Alami Resistansi

 

Matamatanews.com, INGGRIS –Ilmuwan Inggris menemukan obat yang digunakan untuk atasi kasus malaria di negara tersebut sudah tidak ampuh. Hal ini menyebabkan empat pasien malaria harus mencari pengobatan alternatif.

Hasil pengujian yang dilakukan London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM) seperti dilansir Telegraph menyatakan kegagalan obat menangani malaria disebabkan oleh strain Plasmodium penyebab malaria menunjukan ketahanan terhadap obat atau resistansi.  

Menurut para ahli resistansi tersebut terutama terjadi pada kandungan artemether-lumefantrine atau AL yang terkandung dalam obat malaria.

Pemimpin penelitian, Colin Sutherland mengatakan menangani pasien malaria dengan pemberian obat AL menjadi salah satu rekomendasi umum di Inggris. Namun, saat ini rekomendasi tersebut patut dikaji ulang.

“Beruntung, obat efektif lainya masih tersedia. Tapi, banyak pasien yang mengobati diri sendiri dengan obat ini dan memungkinkan munculnya lebih banyak kasus kegagalan dalam pengobatan,” tutur Sutherland.

“Para dokter harus waspada terhadap kemungkinan kegagalan obat AL dan juga harus membantu pengumpulan informasi rinci tentang hal ini,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini dibutuhkan upaya bersama untuk memantau hasil penggunaan AL pada pasien malaria. Hal ini dapat menentukan sejauh mana ketidakefektifan obat tersebut.

Berdasarkan catatan statistik Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan hampir setengah dari populasi di bumi beresiko terjangkit malaria.

Meskipun malaria tidak ditemukan di Inggris, namun terdapat sekitar dua ribu kasus yang terdiagnosis setiap tahun. Kebanyakan pasien ialah wisatawan usai menjalani perjalanan di negara tempat penyakit ini mewabah, seperti negara-negara Afrika.

“Kejadian ini dapat sebagai peringatan bagi Afrika untuk berbenah diri,” ujar Sutherland.

LSHTM menyatakan penelitian ini mencakup kasus kegagalan AL pertama yang didokumentasikan pada pasien malaria di Inggris pada Oktober 2005 hingga Februari 2016 silam. (Adith/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response