Ilmu Kebumian Menurut Prof.Ocky Karna Radjasa,M.Sc,P.hD

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Mulai 1 September 2021, Alumni Fakultas Biologi Unsoed Prof.Ocky Karna Radjasa,M.Sc.,Ph.D. diberi penugasan sebagai Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Sebelumnya Prof.Ocky menjabat sebagai Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI dari tanggal 14 September 2020 hingga 31 Agustus 2021) dan sebagai Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Ristek Dikti (15 Juli 2015 - 13 September 2020).

Ocky Karna Radjasa mengatakan bahwa Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksono Tri Handoko telah melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada 92 pejabat fungsional di lingkungan BRIN di Auditorium Lt. 3 Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Rabu (1/9). 

Setelah pelantikan, Kepala BRIN juga melantik Ocky Karna Radjasa, sebagai Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian.

Berikut uraian dari Prof.Ocky yang juga alumni S2/M.Sc. dari McMaster University. Hamilton, Ontario, Canada dan alumni S3/Ph.D. dari University of Tokyo, Japan tentang Ilmu Kebumian :

1. Ilmu Kebumian

Ilmu kebumian atau earth sciences adalah bidang ilmu yang inklusif mempelajari dinamika yang berhubungan dengan kebumian. Dari mulai sejarah terbentuknya bumi 4.5 trilliun tahun yang lampau hingga pergerakan lempeng yang terus terjadi dan menyebabkan terbentuknya gunung api dan terjadinya gempa bumi dan tsunami di Indonesia. Terbentuknya samudera dan perairan darat dengan proses geologi, fisika, kimia dan perkembangan biodiversitas. Di masa modern, dinamika laut dan siklus air sangat erat dengan isu perubahan iklim contohnya. Dan tentu bagaimana pemahaman akan proses proses yang kompleks di planet bumi kita sangat berdampak pada kelangsungan makhluk hidupnya.

2. Bidang Ilmu

Ilmu kebumian merangkul berbagai bidang ilmu seperti geologi, oseanografi, dan limnologi, berkembang sangat pesat. Karena kompleksnya bumi kita dan cepatnya perkembangan ilmu kebumian, bahkan saintis pun dapat mudah ketinggalan informasi apabila tidak terus mengupdate tentang perkembangan terbaru. Paradigma atau teori yang dipakai oleh mahasiswa doktoral di awal studi mereka bisa saja berubah ketika mereka menyelesaikan studi mereka. Badan PBB untuk sains perubahan iklim IPCC terus mengupdate status perubahan iklim setiap lima tahun sekali. Perkembangan ilmunya secepat itu.

3. Apa Pentingnya Untuk Indonesia?

Apa pentingnya untuk Indonesia?. It’s actually a matter of life and death in Indonesia. Pemahaman kita akan potensi bencana alam apalagi di Indonesia yang dilintasi oleh ring of fire, membantu mengurangi dampak bencana gempa, tsunami, gunung api, longsor. Pemahamaan kita akan siklus iklim yang dapat menyebabkan bencana banjir dan kekeringan mempengaruhi food dan water security di Indonesia. Eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya bumi baik berupa energi, sumber pangan dan bahan obat dari laut menentukan perekonomian Indonesia sebagai negara bahari.

4. Lab Ilmu Kebumian

Indonesia adalah lab ilmu kebumian yang sangat penting bagi dunia ilmiah internasional. Secara geografis, Indonesia memiliki lapisan salju di kawasan tropis (satu dari tiga lokasi di dunia yang memiliki keunikan ini) sampai laut yang mencapai kedalaman 7.000 meter. Lautan Indonesia merupakan jembatan arus laut dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia sebagai bagian dari rantai arus laut yang mengitari samudera samudera di dunia. Arus laut yang disebut dengan Arus Lintas Indonesia atau Indonesian Throughflow mempengaruhi pola iklim regional. Kondisi geologis Indonesia yang kompleks seringkali menchallenge pemahamam kita akan proses alam dan bencana. Sebut saja kejadian tsunami di Selat Sunda dan Palu yang merubah paradigma terjadinya tsunami tidak hanya dari proses pertemuan lempeng seperti yang terjadi waktu tsunami Aceh tetapi juga riskan terjadi dari proses pergerakan tanah seperti longsor.

5. OR IPK

Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian (OR-IPK), sebagai bagian dari BRIN yang khusus menangani riset kebumian di Indonesia didukung oleh SDM dan infrastruktur riset dari berbagai multi institusi yang relevan. Setidaknya OR-IPK saat ini didukung oleh Pusat Riset Oseanografi, Pusat Riset Limnologi/perairan darat, Pusat Riset Geoteknologi, Pusat Riset Laut Dalam dan Pusat Riset Bio Industri Laut. (Hen)

redaksi

No comment

Leave a Response