Ibu-ibu Dan Pelajar Terlibat Kasus Narkoba

 

Matamatanews.com, BANYUWANGI – Peredaran narkoba di Indonesia menancapkan akarnya hingga kedalam rumah tangga. Hal ini terungkap dengan di tangkapnya delapan orang yang di duga menjadi pengedar narkoba di wilayah Banyuwangi. Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi menangkap terduga pengedar narkoba jenis pil daftar G dan sabu-sabu. Ribuan pil Trihexyphenidil alias trek, lengkap dengan serbuk putih berhasil disita sebagai barang bukti.

Dari delapan pelaku, dua diantaranya merupakan ibu rumah tangga yakni AM (31) dan SU (32) warga Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Dari tangan keduanya didapatkan 538 butir tramadol, 212 trek, 184 dekstro serta uang tunai Rp.500 ribu. Dari jenis obat yang seharusnya dibeli dengan resep dokter itu didapat AM dari seorang pemasok berinisial MY yang tinggal di Banyuwangi. Transaksi itu dilakukan di kediaman pelaku di kawasan Muncar, namun sekitar 934 butir pil berbagai jenis itu di sembunyikan oleh SU.

Selain dua ibu rumah tangga itu, Satnarkoba Polres Banyuwangi juga menangkap OP (26) di tempat kos di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi. Warga Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember ini disinyalir mengedarkan 145 butir pil trek besertadua unit Hp dan uang tunai Rp 173 ribu. Kasatnarkoba Polres Banyuwangi, AKP Agung Setya Budi mengatakan, barang yang didapat OP berasal dari LS, warga Suwir-suwir. Setelah dilakukan pengembangan, selain obat farmasi itu, ada juga barang serupa yang lebih dulu dijual ke OJ (22), warga Jalan Candi Sewu, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi. "Ada 2000 butir pil trek yang kita temukan. HP merek Asus dan uang tunai Rp 270 ribu bukti lain yang turut kita bawa ke polres," ujarnya.

Polisi juga menangkap CM, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto, Nomor 51, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi. CM menjual obat terlarang kepada OP. "Buktinya 640 butir pil trek, HP Asiaphone dan uang tunai Rp 40 ribu," tambah AKP Agung. Di lokasi yang sama, polisi juga mengamankan WN (18), pelajar setingkat SMA di Licin dan PDA (17), pelajar SMA di Banyuwangi, namun keduanya tidak di tahan karena masih berstatus pelajar dan duduk di bangku kelas XII. Atas pertimbangan kelanjutan pendidikan itu kedua pelajar itu tidak ditahan, agar tidak putus sekolah, "Proses hukum tetap berlanjut, mereka kita kenakan wajib lapor," ujarnya.

Tangkapan yang terakhir adalah RI (54), warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro. Dari tangan pelaku, diamankan pula satu paket sabu 0,43 gram dan uang tunai 500 ribu, plus HP Nokia 105 adalah bukti atas kejahatan pelaku. [Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response