HUT TNI ke-71 di Warnai Aksi Pemboikotan

 

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Dua organisasi wartawan Indonesia Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) memboikot peliputan acara HUT TNI ke-71 rabu (5/10) sebagai aksi protes atas tindakan kekerasan yang dilakukan prajurit TNI kepada wartawan.

Aryo Wisanggeni, pegiat bidang Advokasi AJI mengatakan pemboikotan ini sebagai bentuk protes terhadap TNI agar melakukan reformasi serta melakukan proses hukum terhadap pelaku kekerasan terhadap wartawan.

Aryo menambahkan “Kasus kekerasan yang dilakukan TNI bukan sesuatu yang baru, AJI mempunyai data tentang kekerasan TNI sejak 1997. Setiap tahun kasus kekerasan secara umum tidak kurang dari 30 kasus kekerasan yang melibatkan TNI”.

Kemudian PFI ikut serta menuntut tindakan tegas atas prajurit TNI yang melanggar aturan dengan melakukan kekerasan terhadap wartawan. Fransiscus sebagai perwakilan PFI saat acara pemboikotan mengatakan anggota-anggota PFI yang datang dalam acara HUT TNI ke71 melakukan pemboikotan terhadap lomba foto dan video yang diadakan TNI.

Sementara itu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) memutuskan ikut serta dalam pemboikotan lomba foto dan video namun tetap meliput acara HUT TNI tersebut. Ketua umum IJTI Yadi Hendriana mengatakan, “Kita memberitakan dengan koridor untuk mengkritisi kelakuan TNI yang tidak bersikap baik terhadap jurnalis dan masyarakat sipil”.

Namun juru bicara TNI Tatang Sulaiman tidak membenarkan adanya acara pemboikotan yang dilakukan wartawan karena acara HUT TNI ini masih dihadiri dan diliput setidaknya 100 jurnalis. Ia menjelaskan kasus kekerasan di Medan terkait masalah konflik tanah TNI dengan masyarakat sudah diproses. Sedangkan untuk kasus di Madiun yang melibatkan prajurit memukul kepala wartawan NET TV sudah diselesaikan secara kekeluargaan. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response