Hiruk Pikuk Politik dan Pandemi Bukan Alasan Untuk Menunda Alih Status Usakti Menjadi Negeri

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Hiruk pikuk politik dan pandemi seharusnya tidak bisa dijadikan alasan untuk menunda alih status Universitas Trisakti (Usakti) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sejumlah sumber dan pegiat pendidikan yang ditemui media ini menyatakan, upaya yang telah diusung selama 18 tahun jangan tenggelam hanya karena  adanya gunjang – ganjing politik dan pandemi COVID-19.

“Upaya untuk menjadikan perguruan tinggi negeri memang tidak mudah, apalagi situasi dan iklim politik mengalami fluktuasi setiap harinya, tetapi kami melihat bahwa Universitas Trisakti telah memenuhi syarat untuk beralih status dari swasta menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). Dan seperti kita ketahui, Universitas Trisakti memiliki sejarah yang kental di negeri ini sehingga wajar bila kemudian statusnya beralih menjadi negeri.Dan untuk menjadi negeri itu wewenangya ada ditangan pemerintah , bukan swasta, partai politik , organisasi, kelompok, maupun perseorangan.Dan upaya alih status itu harus diperjuangkan oleh semua pihak terutama para pengurus Usakti, dosen, termasuk mahasiswanya,” ujar pegiat pendidikan dan pengamat dunia Islam Imbang Djaya, Minggu (28/11/2021) dikawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Sebenarnya upaya memperjuangkan Universitas Trisakti alih status dari swasta menjadi PTN telah dilakukan selama 16 tahun, namun entah kenapa upaya tersebut hingga saat ini seakan menabrak tembok besar. Al hasil sampai saat ini Universitas Trisakti yang dikenal sebagai Universitas Reformasi masih berstatus  swasta, bahkan terkesan siapa pun yang ditunjuk menjadi rektor di perguruan tinggi swasta itu tidak mampu untuk mewujudkan alih status dari swasta menjadi negeri.

Untuk mewujudkan alih status Usakti menjadi negeri pada dasarnya tidak serumit seperti perkiraan banyak orang, sejauh alumni Usakti seperti majelis guru besar (MGB), majelis wali amanah (MWA), senat, orangtua mahasiswa, ikatan alumni se Usakti, anggota  ikatan alumni Usakti dan ikatan mahasiswa yang diwakili presiden mahasiswa, bersatu dan bermufakat menjadikan Usakti perguruan tinggi negeri merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar maupun dinegosiasikan, maka alih status itu akan terwujud.

“ Tahun 2021 atau 2022 mendatang Universitas Trisakti seyogyanya diupayakan semaksimal mungkin menjadi perguruan tinggi (PTN) seperti keinginan para mahasiswa dan mereka yang telah berjuang selama 16 tahun lebih dan pemerintah harus berani mengambil sikap terhadap  alih status tersebut bukan sebaliknya melakukan pembiaran hingga berlarut-larut, ” kata Imbang, berharap.

Beberapa sumber yang ditemui menyebutkan bahwa penghujung tahun 2021 merupakan tahun yang tepat untuk menjadikan Usakti sebagai PTN seperti perguruan tinggi lainnya yang ada di Indonesia.Mereka tidak ingin Universitas Trisakti selalu disibukkan dengan berbagai kebisingan kepentingan  hingga menggerus impian alih status dari swasta menjadi negeri.

Dalam buku Reposisi dan Transformasi , salah satu bunyi  ‘sekapur sirih’ nya yang didapat Matamatanews.com menyatakan bahwa “sejatinya Universitas Trisakti  menjadi perguruan tinggi yang otonom, karena Universitas Trisakti didirikan oleh pemerintah dan sejak kelahirannya dikelola secara otonom oleh manajemen Universitas Trisakti, seperti Senat Universitas, rektorat dan pimpinan Universitas Trisakti lainnya, tanpa membebani keuangan dan anggaran negara. Aset awal berupa puing-puing Universitas respublica yang telah dinasionalisasi oleh pemerintah, kini sudah berkembang menjadi salah satu Universitas terkemuka di Indonesia dengan infra dan suprastruktur yang sangat memadai untuk menjadi berstatus Perguruan Tinggi Negeri (PTN).”

Adakah muatan politik di dalam alih status  Universitas Trisakti yang sampai saat ini masih tersendat dan terseok  setiap tahunnya itu? Lepas ada atau tidaknya aroma politik di dalam alih status Usakti tersebut, beberapa kalangan pendidikan dan pegiat kebijakan publik  seperti Muhammad Reza Putra, SH,MH, CIL berharap  sebaiknya pemerintah mengambil sikap tegas, menerima alih status atau membiarkan harapan perguruan tinggi sekelas Universitas Trisakti tersebut terus membumbung laksana awan jauh di angkasa meski desakan perubahan terus digulirkan dan membuncah dari seluruh elemen dan civitas Usakti? (bar)

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response