Hendra Trida Setiawan Mengatakan Usaha Tembakau dan Cengkeh Dalam Posisi Stabil

 

Matamatanew.com, JAKARTA—Meski pandemi COVID-19 belum sepenuhnya usai, dan dunia usaha mengalami fluktuasi berkepanjangan, namun usaha tembakau  masih berjalan seperti biasa.Setidaknya,usaha tembakau tidak ikutan gulung tikar atau bangkrut seperti usaha lainnya.

“Justru dimasa pandemi COVID-19 ini, bisnis atau usaha tembakau semakin menjanjikan dan permintaan kian melonjak.Karena meski situasi dalam kondisi pandemi, namun kebutuhan orang terutama para perokok semakin meningkat.Para perokok tampaknya tidak pedulli dengan kondisi pandemi, karena merokok sudah menjadi kebutuhan bagi mereka,” jelas Hendra Trida Setiawan, pengusaha tembakau asal Jombang yang ditemui Matamatanews.com dikawasan Grand Wisata, Sabtu (8/1/2022).

Menurut Hendra, usaha tembakau dalam tiga tahun terakhir mengalami lonjakan pesat,terutama bagi suplayer.

“Dulu petani tembakau bisa menjual langsung ke pabrik rokok, tetap saat ini tembakau tersebut dikelola atau dilimpahkan ke suplayer sehingga penataannya lebih efeisien dan saling menguntungkan antara petani dan suplayer,” kata Hendra.

Dulu, lanjut Hendra harga tembakau rata-rata Rp 20 ribu per kilonya, kini bisa mencapai Rp 30 ribu per kilo.Artinya ada peningkatan nilai jual.

“Intinya, bukan sekedar adanya peningkatan nilai jual, akan tetapi  para petani juga bisa terbantu dan terangkat ekonominya dari hasil tanam atau panen tembakau yang dimilikinya.Karena para petani juga telah membandingkan antara menanam padi atau palawija dengan tembakau, mereka memilih tembakau karena nilainya lebih menguntungkan.”

Dari seratus orang petani yang diwawancarai terkait penanaman  padi maupun palawija, mereka lebih dominan memilih menanam tembakau.

“Saya berharap dengan adanya kemitraan antara petani dan pengusaha tembakau ,dalam hal ini suplayer sebaiknya dibentuk suatu wadah atau lembaga perlindungan bagi para petani tembakau agar usaha mereka terlindungi dari berbagai macam intrik maupun isu-isu yang tidak bertanggung jawab terutama yang terkait dengan usaha mereka yaitu tembakau.Apalagi kini ada isu ,bahwa usaha atau bisnis tembakau akan dihapus atau dilarang pemerintah.Dengan adanya wadah atau lembaga bagi para petani tembakau, sedikit banyak mereka akan terlindungi.Dan ini harus menjadi perhatian pemerintah, baik lokal maupun pusat,” tegas Hendra. (bar)

 

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response