Harlah NU Ke 93, Gus Yasin Ajak Teladani Rabi'ah Bin Ka'ab

 

Matamatanews.com, SUMOWONO—Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak umat Islam meneladani kisah sahabat Nabi Muhammad, yakni Rabi'ah bin Ka'ab. Rabi'ah yang merupakan pemuda miskin, tanpa tempat tinggal dan keluarga ini memiliki kejujuran dan ikhtiar untuk hidup sejahtera selamat dunia dan akhirat. 

Hal itu disampaikan wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-93 di Lapangan Dusun Kalibanger, Desa Lanjan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Minggu (17/02/2019). Dia mengatakan, zaman sekarang, umat Islam laksana makanan yang dikerubungi banyak orang, tetapi tidak punya kekuatan apa-apa. 

"Sebagai umat Islam berakidah Aswaja (Ahlussunah Wal Jama'ah), Islam Rahmatan Lil'alamin, Insya Allah kita tidak dikeroyok. Asalkan menghormati ulama, mengikuti dawuh ulama, dan masih takut kuwalat kepada ulama. Seperti dicontohkan Rabi'ah. Sahabat yang pada pandangan pertama langsung jatuh cinta, nancep iman kuat, sehingga ga bisa memalingkan mukanya selain kepada Kanjeng Nabi Muhammad," katanya. 

Gus Yasin mengisahkan, sepanjang hari Rabi'ah selalu ikut bepergian dan melayani segala keperluan Nabi Muhammad. Bahkan, seringkali Rabi'ah terdengar membaca Al-Fatihah dan ayat-ayat Alquran setiap malam saat kebanyakan orang tengah tertidur pulas. 

"Kanjeng Nabi kasihan, lalu Rabi'ah dipanggil, ditanya punya keinginan apa untuk dikabulkan. Setelah minta waktu untuk berpikir, akhirnya Rabi'ah memohon mendoakan dirinya kepada Allah agar menemani Kanjeng Nabi Muhammad sampai di surga. Lantas Nabi Muhammad SAW menjawab, bantulah aku dengan dirimu sendiri. Perbanyaklah sujud," ujarnya. 

Menurut Gus Yasin, seandainya masyarakat zaman sekarang yang ditanya Nabi Muhammad, pasti akan memohon rumah mewah, mobil mahal, suami atau istri yang rupawan, maupun kesenangan pribadi lainnya. Begitu juga jika pemerintah bertanya apa keinginan masyarakat, pasti membutuhkan bantuan ekonomi hingga pembangunan infrastruktur. 

"Dulu saya lewat sini belum ada cor-corannya, selalu khawatir kecemplung jurang. Nah, ini sudah ada fasilitasnya ya dimanfaatkan. Jangan hanya diam saja. Buat usaha, tingkatkan menanam sayur, bukan malah pergi ke kota kerja di industri. Sama seperti jawaban Kanjeng Nabi kepada Rabi'ah, 'bantulah aku dengan dirimu sendiri. Perbanyaklah sujud,'" katanya.

"Wis cukup ngaku miskin, njagake bantuan pemerintah. (Sudah cukup mengaku miskin, mengandalkan bantuan pemerintah). Tanpa disadari itu menyakiti tetangga lainnya (yang benar-benar miskin)," sambung Gus Yasin saat memberikan sambutan di hadapan ribuan jamaah NU Kecamatan Sumowono.*(humas jateng,javi,hen)

 

sam

No comment

Leave a Response