Harga Diri Israel Semakin Hancur Dengan Buronnya Empat Tahanan Palestina

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Meski empat dari enam tahanan Palestina yang melarikan diri dari penjara Gilbao, Israel pada Senin (6/9/2021) lalu telah kembali ditangkap, namun harga diri atau prestige negara zionis itu sesungguhnya telah hancur dan babak belur di mata komunitas internasional.

“Penjara yang dijaga super ketat dengan keamanan tinggi itu rupanya tidak seketat seperti yang diperkirakan banyak orang, buktinya  enam tahanan Palestina itu bisa menjebol dan lolos dari pengintaian hingga kabur,” kata Ketua Lembaga Ekonomi Islam (LEI), Imbang Djaya yang ditemui Matamatanews.com,  pada hari Sabtu (11/9/2021) kemarin di Jakarta.

Sebagai negara yang dikenal memiliki intelijen tangguh seperti Mossad maupun Shin Bet, pelarian ke enam tahanan Palestina dari penjara Gilbao bukan sekedar mempermalukan sistem keamanan yang didengungkan super  ketat dan canggih, akan tetapi juga mempermalukan dan menghancurkan kredibilitas lembaga intelijen sekelas Mossad maupun Shin Beth.

“Pelarian itu membuktikan bahwa sesungguhnya Israel punya kelemahan dan tidak selalu dalam keadaan siaga penuh seperti perkiraan banyak pihak.Dan itu cara Alloh untuk menunjukkan kuasaNYA agar dunia tahu dan sadar bahwa penjara di Gilbao telah terjadi kekejaman,kebiadaban dan ketidakadilan terhadap para warga Palestina hingga mereka mampu melarikan diri,” tegas Imbang.

Sementara itu ditempat terpisah, pada hari Sabtu (11/9/2021) kemarin, kelompok perlawanan Hamas seakan senada dengan pernyataan yang dilontarkan Imbang Djaya, bahwa pembobolan penjara Gilbao oleh tahanan Palestina telah menghancurkan prestige Israel.

Penangkapan empat tahanan "hanya satu putaran dalam konflik terbuka dengan pendudukan Israel," kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum dalam sebuah pernyataannya.

“Putaran ini akan menjadi kekuatan pendorong bagi rakyat Palestina di Tepi Barat untuk melanjutkan perlawanan dan pemberontakan mereka terhadap pendudukan (Israel), “ tambah Barhoum.

Lebih lanjut Barhoum mengatakan bahwa pembobolan penjara “telah menghdiupkan kembali kebebasan di antara rakyat Palestina”.Dan pembobolan tersebut mendapat pujian banyak pihak yang disebut sebagai “kemenangan besar Palestina, meski Israel mengecam dan mencibirnya.

“Tetapi yang jelas pembobolan penjara Gilbao oleh  tahanan Palestina bukti nyata bahwa keamanan ketat yang digambarkan selama ini canggih telah gagal difungsikan, selain itu sistem keamanan dan intelijennya gagal dalam mengantisipasi hingga kecolongan,” pungkas Imbang. (esma)

redaksi

No comment

Leave a Response