Harapan Baru Para Pasien Alzheimer

 

Matamatanews.com,JAKARTA—Alzheimer adalah Demensia yang diawali dengan melemahnya daya ingat, hingga gangguan otak dalam melakukan perencanaan, penalaran, persepsi dan berbahasa. Pada penderita Alzheimer, gejala berkembang perlahan – lahan seiring waktu.

Kini pasien Alzheimer memiliki harapan baru dalam proses penyembuhan. Hasil studi terbaru dari sekelompok ilmuan dan dokter di Amerika Serikat dapat mengurangi jumlah plak amyloid beta, gumpalan protein pada otak pasien Alzheimer.

Anggota tim studi, Alfred Sandrock, ahli saraf, dan wakil presiden Eksekutif Biogen, dikutip live science akhir agustus lalu mengatakan obat ini bekerja memacu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan membersihkan plak tersebut.

Biogen  adalah perusahaan farmasi yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, yang mendanai seluruh percobaan dan paten obat tersebut. “ Kami percaya temuan obat ini adalah suatu keberhasilan.” ucap Sandrock.

Dalam jurnal Nature edisi 31 agustus 2016, tim menyatakan bahwa studi mereka juga menunjukkan efek samping obat. Obat disinyalir menyebabkan akumulasi cairan pada otak pasien Alzheimer dengan kelainan genetic.

Sandrock dan rekan – rekannya di Biogen dalam proses menemukan cara pengobatan yang lebih baik, mereka melakukan pengujian analisis bahan kimia pada orang tua yang tanpa penurunan kemampuan kognitif, juga orang – orang yang  mengalami penurunan daya kognitif tapi progresnya sangat lambat.

Tim mengidentifikasi satu senyawa kekebalan tubuh bernama aducanumab, yang menjadi basis cara kerja obat yang dibuat Sandrock dan timnya. Dalam penelitinnya terhadap hewan uji yang dilakukan sebelumnya, obat ini menargetkan amyloid beta dan juga memacu struktur lain di otak yang membersihkan plak.

Menurut Roger Nitsch, anggota tim penelitian yang juga Direktur Institute for Regenerative Medichine di University of Zurich, Jerman. Mengatakan meski obat tesebut bekerja cukup efektif. Pasien Alzheimer yang juga mengidap perubahan genetik, ternyata mengalami gejala efek samping yang cukup berbahaya saat diberi obat ini, yaitu kelainan proses pencitraan pada otak (ARIA). Efek samping ini muncul sebagai kantong – kantong kecil dari cairan otak.

Dalam beberpa kasus ARIA dapat memicu risiko Stroke atau pendarahan di otak.” Namun efek samping ini dapat diantisipasi dengan menurunkan dosis obat.” sangkal Sandrock. (aditia/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response