Hanya Orang Tidak Waras Yang Mengakui Israel Sebagai Negara

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Pernyataan pimpinan United List, Mansour Abbas, seorang anggota parlemen Arab di parlemen Israel yang meminta rakyat Palestina untuk mengakui Israel sebagai negara Yahudi mendapat reaksi keras dari pengamat dunia Islam yang juga Ketua Lembaga Ekonomi Islam, Imbang Djaya, dan pegiat hukum, Muhammad Reza Putra, SH,MH, CIL dari YLBH Satria Advokasi Wicaksana (SAW), serta KH.Ronggosutrisno, pemerhati politik dari Nex’t Sayat’i Center.

Menurut Imbang Djaya pernyataan yang dilontarkan anggota parlemen Arab untuk mengakui Israel sebagai negara Yahudi merupakan pernyataan tidak bertanggung jawab dan salah sasaran.Artinya, kata Imbang, Mansour Abbas sebagai pimpinan United List atau anggota parlemen Arab tidak memahami dan mengerti sejarah tentang Palestina.

“ Sekelas pimpinan United List saja tidak memahami sejarah Palestina, bagaimana  dia bisa memahami aspirasi rakyat Palestina.Pernyataan untuk mengakui Israel sebagai negara merupakan tindakan bodoh dan tidak masuk akal, bagaimana mungkin rakyat yang sehari-harinya di intimidasi dan diperlakukan tidak adil oleh tentara Israel, tiba-tiba  diminta untuk mengakui Israel sebagai negara Yahudi? Hanya orang tidak waras saja yang mau memgakui Israel memiliki negara, karena dalam sejarah Israel tidak punya negara,” kata Imbang Djaya , dengan nada tinggi.

Kegeraman juga dilontarkan Mohammad Reza Putra, SH,MH, CIL pegiat hukum dari YLBH Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana (SAW), ia prihatin atas pernyataan Mansour Abbas yang meminta rakyat Palestina mengakui israel sebagai negara Yahudi.

“ Sebagai seorang anggota parlemen seharusnya ia memiliki sense of belonging terhadap perjuangan rakyat Palestina yang hingga kini masih bergelora menuntut kemerdekaannya dan diakui sebagai Negara Berdaulat.Prihatin sekali mendengarnya, sebagai Ketua Partai Arab bersatu seharusnya Mansur Abbas menjadi pelopor penuh atas perjuangan rakyat Palestina melalui parlemen untuk mendorong komunitas internasional  melalui PBB untuk mengaktualisasikan Palestina diakui menjadi Negara dan menjadi anggota PBB, bukan sebaliknya menjalin hubungan dengan pemerintahan Israel,” jelas  Reza.

Sebagai pemimpin Partai Rakyat Arab Bersatu, lanjut Reza seharusnya ia mampu membangun hubungan komunikasi diplomatik dunia termasuk diplomatik di kawasan Timur Tengah yang tujuannya adalah untuk memutuskan hubungan diplomatik Israel yang selama ini selalu merugikan rakyat Palestina.

“  Pernyataan dan ucapan Mansur Abbas bukan saja melukai hati rakyat Palestina tetapi juga telah menyinggung perasaan umat Islam di seluruh dunia, karena saat ini rakyat Palestina tengah berjuang keras untuk mendapatkan pengakuan sebagai negara Palestina dari komunitas internasional terutama negara-negara Muslim dan PBB. Sementara Israel yang juga bersihkeras mendapat pengakuan sebagai negara, masih terus melakukan pelanggaran hak azasi manusia berat terhadap rakyat Palestina,” tegas Reza.

Dukungan Indonesia atas Palestina

Menanggapi pernyataan Mansour Abbas yang meminta rakyat Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi , pemerhati politik dan pegiat masalah sosial dari Nex’t Sayati Center KH Ronggosutrisno mengatakan, bahwa pernyataan itu semakin membuktikan bahwa  para politisi terutama dikawasan Timur Tengah terbelah dalam menyikapi Israel.

Baik Ronggo maupun Imbang sepakat bahwa masalah Palestina merupakan masalah umat manusia di seluruh dunia, bukan sekedar umat Islam semata.

”Jadi bukan masalah umat Islam saja, karena itu, jangan heran kalau wacana politik apartheid, pelanggaran hak azasi manusia berat ,dan penjajahan yang dilakukan Israel harus terus didengungkan dan di publikasi ke seantero dunia,” ucap Ronggosutrisno.

Menurut dia, bisa jadi pernyataan Mansour Abbas direncanakan sebelumnya,mengingat kondisi Palestina yang terus digempur berbagai masalah, dari masalah para pemukim Israel ilegal yang menyerang warga Palestina hingga merobohkan tempat tinggalnya di Nablus, Tepi Barat hingga penggusuran berbagai properti seperti pertanian maupun bangunan.

“ Itu artinya, bahwa Israel yang melakukan ke zaliman selama ini terhadap rakyat Palestina, bahkan aksi penganiayan dan pembunuhan masih terus berlangsung disepanjang tahun 2021 terutama di Tepi Barat, Jenin, dan Nablus,” terang Ronggo.

Hal senada juga dibenarkan Imbang dan Reza, mereka sepakat mengatakan bahwa dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina sudah berjalan secara terus menerus, baik secara formal dan non-formal.Contohnya, Kementerian Luar Negeri pernah memberikan pelatihan diplomasi untuk diplomat Palestina pada medio 2008 lalu.

“ Intinya, perjuangan Palestina akan terus kita dukung sampai mereka mendapat pengakuan dunia internasional sebagai negara yang berdaulat, dan kita juga berharap bahwa Indonesia tidak akan pernah mengizinkan Keduataan Israel dibuka , dan itu sudah harga mati bagi umat islam di Indonesia,” pungkas Ronggosutrisno. (samar)

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response