HAM Internasional Desak Bangladesh Hentikan Relokasi Muslim Rohingya

 

Matamatanews.com,JAKARTA—Pemerintah Bangladesh  di desak untuk menghentikan program relokasi para pengungsi Rohingya dari kamp pengungsian Cox’s Bazaar ke pulau tak berpenghuni,Thengar Char di Selat Bengal. Desakan tersebut seperti dilansir kantor berita Iran,IRNA pada Sabtu (11/2/2017),karena pulau Thengar Char di Selat Bengal itu tidak dilengkapi fasilitas apapun.Saat ini ada sekitar 65 ribu pengungsi muslim Rohingya di Bangladesh yang lari dari penindasan di Myanmar.

Sebenarnya rencana pemerintah Bangladesh untuk memindahkan para pengungsi Rohingya asal Myanmar sudah ada sejak beberapa tahun lalu tetapi selalu gagal karena diprotes para kelompok dari hak azasi manusia (HAM).Sejauh ini pemerintah Bangladesh membantah tudingan lembaga hak azasi manusia (Human Rights Watch-HRW) bahwa pulau Thengar Char tidak layak huni,dan mengatakan bahwa pengungsi akan direlokasi ke pulau itu setelah seluruh fasilitas publik di bangun di sana. Pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan lalu dalam laporannya,menyatakan bahwa pasca opera yang dilancarkan apara keamanan Myanmar di Negara Bagian Rakhine,lebih dari 70 ribu Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Kini lebih dari satu juta Muslim Rohingya tinggal di Negara Bagian Rakhine,namun sejauh ini pemerintah Myanmar masih menganggap mereka sebagai imigran gelap asal Bangladesh dan menolak memberikan kewarganeraan kepada mereka. Dan bila rencana Bangladesh tetap merelokasi pengungsi Muslim Rohingya ke pulau Thengar Char,bisa dipastikan akan menimbulkan masalah baru lagi.Kenapa?Karena pulau tersebut tidak layak huni,dan setiap kali gelombang pasang,pulau itu terendam air sehingga nasib pengungsi tidak akan bisa bertahan hidup di pulau tersebut. (samar)

sam

No comment

Leave a Response