Hadapi Bahaya Terorisme, Mesir Perpanjang Keadaan Darurat Selama Tiga Bulan

 

Matamatanews.com, KAIRO—Mulai pagi tadi (Selasa/28/4/2020) Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi mengeluarkan keputusan untuk memberlakukan keadaan darurat di seluruh negara untuk jangka waktu tiga bulan ke depan.Dilansir dari laman The National, sesuai dengan keputusan itu, angkatan bersenjata dan polisi akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi bahaya pendanaan teror, menjaga keamanan di seluruh negeri, melindungi properti publik dan pribadi dan memastikan keselamatan orang-orang.

Negara ini telah menderita beberapa serangan teror mematikan yang berasal dari pemberontak di Semenanjung Sinai dalam beberapa tahun terakhir, banyak yang mengklaim dilakukan oleh kelompok afiliasi ISIS yang telah menemukan tempat aman di daerah terpencil di negara tersebut.

Perdana Menteri Mostafa Madbouly pekan lalu mengatakan, bahwa negaranya akan tetap mempertahan jam malam selama bulan suci Ramadhan untuk memerangi penyebaran virus korona, minimal selama satu jam.

Jam malam akan dimulai pada pukul 9 malam bukan pukul 8 malam waktu setempat hingga pukul 6 pagi, katan Mostafa Madbouly dalam  konferensi pers yang disiarkan televisi. Sebagai bagian dari langkah pelonggaran yang berlaku untuk membendung penyebaran virus, mal dan toko akan diizinkan buka setiap hari sampai pukul 5 sore selama bulan suci Ramadhan.

Restoran yang telah ditutup sejak akhir Maret juga akan diizinkan untuk buka, tetapi hanya untuk pengiriman dan dibawa pulang.Layanan pemerintah yang ditangguhkan telah secara bertahap dibuka kembali mulai minggu ini.

Menggarisbawahi bahwa ekonomi Mesir telah "sangat terpengaruh" oleh krisis Covid-19, perdana menteri mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan pelonggaran lebih lanjut pembatasan menuju kembali secara bertahap ke keadaan normal setelah Ramadhan.

"Kami berusaha mencapai keseimbangan antara melindungi kesehatan warga dan mempertahankan aktivitas ekonomi," katanya.

Mesir sejak akhir Maret memberlakukan langkah-langkah tegas untuk memperlambat penularan di antara 100 juta orang di negara itu.Penerbangan, universitas, sekolah, tempat wisata dan tempat ibadah pun tidak luput dari penutupan. (esma)

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response