Gunung Lio Salem Kembali Menelan Korban

 

Matamatanews.com, BREBES—Sepasang suami istri tewas mengenaskan setelah sepeda motor jenis matic yang mereka tumpangi terjun ke dalam jurang sedalam 10 meter lebih di kawasan Gunung Lio Salem Kabupaten Brebes.Korban Septia Bestari (24), mahasiswi asal Desa/Kecamatan Salem RT/RW. 02, Kabupaten Brebes, dan Dwi Mulyo Aji (27), wiraswasta asal Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Jasad korban diketemukan tim SAR bersama Muspika dibantu warga pada Senin malam setelah aparat TNI, Polsek, Banser, relawan Bangbara serta masyarakat, melakukan pencarian di sepanjang jalan Provinsi Banjarharjo-Salem di kawasan Gunung Lio.Dan akhirnya pada pukul 20.00 WIB, kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia di turunan/tanjakan muncang.

"Jenazah yang sudah 1,5 hari 1 malam, ditemukan di jurang dengan sudut kemiringan 45 derajat di kedalaman 5 meter, selanjutnya dievakuasi menggunakan dua mobil ambulan milik Puskesmas Bentar dan Salem ke Puskesmas Bandungsari, Banjarharjo, untuk dilakukan visum " jelas Wartono salah satu petugas.

 Selain itu relawan gabungan juga mengevakuasi sepeda motor berjenis Honda Vario dengan Nopol G 5482 EO, yang mengalami kerusakan berat dan ditemukan pada kedalaman 10 meter" sambung Wartono.anggota Intel Kodim 0713 Brebes Wilayah Salem.Menurut nya kecelakaan terjadi sekitar hari Minggu (15/12) kurang lebih pukul 13.00 WIB, diduga akibat gagal fungsi pengereman atau rem blong saat menuruni tanjakan/turunan Panginuman Gunung Lio wilayah Kecamatan Banjarharjo.

“Saat kecelakaan terjadi kondisi jalan diperkirakan sedang sepi sehingga tidak ada yang melihat kejadian.Awalnya keluarga gelisah sebab keduanya tak kunjung pulang ke rumah yang akhirnya keluarga sepakat melakukan pencarian ” beber Wartono.

Sebagai catatan , Almarhumah Septia Bestari dan Almarhum Dwi Mulyo Aji, menambah jumlah korban kecelakaan yang sebelumnya terjadi di kawasan Gunung Lio yang mayoritas 99 % terjadi di turunan/tanjakan Muncang dan Simpur wilayah Banjarharjo.

Pasalnya, di kedua tempat ini, kampas rem kendaraan matic biasanya sudah tidak mampu bekerja lagi (blong) jika terus dipaksa pengendara untuk mengerem dari puncak Lio.Sejak tahun 2018 lalu, korban jiwa sudah mencapai 11 orang, sehingga kedua korban kali ini menambah jumlah menjadi 13 orang.

Kecelakaan kali ini tepat berada di samping pemasangan tanggul darurat pengaman jalan yang telah dipasang oleh TNI bersama para relawan gabungan dan masyarakat Desa Sindangheula, Banjarharjo, dan sekitarnya (21/11), untuk meminimalisir korban susulan.Dengan swadaya masyarakat, mereka juga telah melakukan pemasangan tanda peringatan lalu-lintas pada 8 titik yang dianggap rawan kecelakaan di sepanjang jalan provinsi tersebut.

Atas kejadian ini, masyarakat berharap agar dinas terkait yang sebelumnya dinilai tidak merespon keluhan mereka tentang realisasi pemasangan guardrail dan lampu penerangan jalan. Pun dengan pemasangan rambu-rambu lalu-lintas yang sangat penting bagi para pengguna jalan(Aan/ Purwanto)

 

redaksi

No comment

Leave a Response