Gerakan Besar Bela Bangsa Skala Nasional-Internasional Akan Segera Dimulai

 

Matamatanews com, JAKARTA - Ketua Lembaga Ekonomi Islam (LEI), Imbang Djaja memaparkan, pemilihan Presiden Republik Indonesia tahun 2024 tinggal 2 tahun lagi. Apapun hasilnya, merekalah yang paling berkuasa, baik dan buruknya bangsa dan negara Indonesia ditentukan oleh cara memimpin dan mengelola negara ini.Semua orang punya pemahaman dan keyakinan yang berbeda, kesamaan bangsa Indonesia adalah sama-sama menjadi warga negara Indonesia. 

Maju mundurnya bangsa dan negara Indonesia adalah urusan Allah SWT yang mendelegasikan kekuasaannya pada pilihan rakyat kita sendiri. Jika kita salah pilih, maka sebagian besar dari rakyat kita akan susah semua. Oleh karena itu kita yang idealis, pintar-pintar dan hidup enak saat ini wajar sekali ikut membantu rakyat untuk mendapatkan pemimpin yang hebat sehingga rakyat kita menjadi rakyat yang sejahtera, cerdas, aman, tenteram, puas dan tidak ada duka cita, kata Imbang.

Ia pribadi sudah menjalin hubungan baik dengan tokoh-tokoh dan kelompok elit NKRI yang ingin merealisasikan mimpi rakyat Indonesia. Salah satu yang ia lakukan adalah mencari Calon Presiden yang menyamai kriteria-kriteria menurut teori kepemimpinan. "Saya sudah dapat Calon Presiden yang cocok sekali dengan idealisme saya, insya Allah semua yang mampu saya lakukan akan saya kerjakan untuk membuat Capres tersebut menjadi RI 1 ditahun 2024", ucapnya dengan tegas.

Keputusan tersebut baru 15 hari lalu ia ambil setelah mendengar langsung pemaparan beliau melalui zoom meeting dengan beberapa sahabat lainnya. Ia sangat tidak mudah percaya atau kagum pada siapapun juga sebelum ia membuktikan sendiri hasil karyanya. Alhamdulilah sahabatnya yang satu ini secara ukuran dunia, termasuk salah satu orang yang diakui dunia kehebatannya. 

Tentu saja dia tidak mudah menjadi RI-1 ditahun 2024, oleh karena itu jika dia tidak bisa jadi Presiden, maka dia akan menjadi orang yang mengatur Presiden. Saya akan menggalang kekuatan dalam segala bidang secara "Silent Operation", hal ini adalah strategi yang saya ambil agar tidak diganggu siapapun yang merasa tersaingi, ujarnya. (Javi) 

 

redaksi

No comment

Leave a Response