Generasi Sadar Wisata (GENSAWI) Aksi Sosial Yang Patut Dicontoh

 

Matamatanews.com, KARANGBOLONGKota Kebumen telah dikenal dengan keindahan panorama alamnya. Tak dipungkiri obyek wisata bertema alam banyak dijumpai di kota ini baik wisata yang berlokasi di perbukitan maupun sepanjang pantai selatan. Bisa dikatakan Kebumen adalah surganya bagi para pelancong.

Kalau kita berbicara tentang wisata maka tidak lepas dari masalah kebersihan. Bermacam karakter orang akan kita temui di sana, ada yang santun dengan lingkungan dan ada yang senang merusaknya. Satu hal yang pasti mereka lakukan adalah  membawa "sampah" entah organik maupun unorganik. Hanya saja kesadaran para pelancong membuang sampah pada tempatnya terasa masih kurang, terkesan mereka membuangnya dengan seenaknya, walaupun telah disediakan tempat yang semestinya. Sering dijumpai botol minuman bekas, plastik ataupun sisa makanan berserakan di mana mana, padahal pihak pengelola wisata pasti telah memfasilitasinya dengan tempat sampah. Tapi begitulah pola hidup masyarakat kita yang tidak disiplin dan terkesan acuh tak acuh dengan lingkungannya.

Melihat permasalahan ini  memunculkan reaksi dari para aktivis petualang yang tergabung dalam Generasi Sadar Wisata (Gensawi) yang berpusat di Wisata Alam Gunung Hud, Karangbolong, Kab. Kebumen, Jawa Tengah.

Menurut Ketua Gensawi Durrori Muhammad, Gensawi berdiri karena adanya kegelisahan para pecinta petualangan ketika menjumpai sampah terutama plastik yang berserakan di sekitar obyek wisata. Alasan inilah yang membuat mereka sepakat membentuk "komunitas para petualang yang cinta kebersihan" dengan kegiatan utamanya memungut sampah plastik. Sesuai dengan slogan Gensawi adalah "bersama alam kita bersahabat".

"Banyak kita temukan orang membuang puntung rokok sembarangan, perlu diketahui bahwa puntung rokok adalah sampah jahat yang membuat bumi kita merana. Kami selalu memberi contoh ke mereka dengan cara kami sendiri yaitu membuat "asbak portable", yang dibuat dari potongan botol minuman yang kita letakan di pinggang, Dengan cara inilah kita memberi contoh para perokok untuk tidak asal membuang puntungnya, " kata Durrori.

Senada juga dikatakan oleh anggota Gensawi Yuliana Eka yang sempat wawancara dengan Matamatanews.com via WA, kegiatan kami hanya memberikan contoh di hadapan mereka cara membuang sampah yang benar dengan harapan mereka tergugah kesadarannya akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kita juga mengkampanyekan kegiatan ini di lingkungan sekolah agar mereka sejak dini sadar untuk mencintai lingkungan, salah satunya dengan membuang sampah yang benar.

Gensawi mempunyai visi dan misi, visinya adalah menciptakan generasi yang sadar terhadap lingkunganya. Misinya 1) Menjalin dan mempererat rasa kebersamaan. 2) Memberi kontribusi positif kepada dunia pariwisata. 3) Memberi wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan. 4) Mengadakan kegiatan berbasis lingkungan. 5) Setiap anggota wajib menjadi penolong alam mulai dari diri sendiri, sampah sendiri dan mengajak orang lain  menjaga lingkungannya.

Bumi kita semakin tua dan rapuh, sudah sewajarnya kita untuk merawat kelestariannya, seperti ungkapan bahwa bumi ini adalah titipan anak cucu kita. Berdosalah kalau generasi sekarang merusak, anak cucu kita yang terkena imbasnya. Kita acungkan jempol untuk Gensawi semoga menjadi inspirasi buat kita, "bersama alam kita bersahabat". *(hen)

 

sam

No comment

Leave a Response