Gempa Susulan Masih Terjadi , Pengungsi Butuh Alas Tidur Serta Makanan

 

Matamatanews.com, BANJARNEGARADampak gempa terburuk diwilayah Kecamatan Kalibening kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah saat ini cuaca secara visual terpantau cerah berawan. Gempa susulan masih terjadi dengan skala kecil dan tidak begitu berdampak terhadap kondisi masyarakat di wilayah Kecamatan Kalibening.

Meski demikian penanganan bencana gempa bumi di Kecamatan Kalibening terus dilakukan baik penanganan pengungsi maupun pembenahan infrastruktur pasca gempa yang terjadi Rabu (18/4/2018) lalu. Berbagai upaya terus dilakukan oleh Posko Gabungan BPDB Banjarnegara bersama relawan guna memberikan pelayanan prima terhadap para korban bencana alam tersebut, mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok pengungsi, pendampingan pengungsi,pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan sanitasi serta pembersihan material dan pembenahan infrastruktur lainnya.

Kasie Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Andri Sulistiyo menjelaskan hasil rakor evaluasi yang diadakan Jum’at (20/4/2018) isinya masih mendata pengungsi dan dampak kerusakan yang di akibatkan bencana gempa bumi.

"Pendataan  masih terus secara  intens dilakukan sehingga data yang tersaji akurat. Mobilitas pengungsi masih tinggi sehingga Tim Asessment sedikit mengalami kendala dengan banyaknya perpindahan pengungsi dari satu titik ke titik pengungsian yang lain, serta banyaknya pengungsi yang tidak melapor ke petugas "ungkap Andri 

Guna memenuhi kebutuhan makan bagi pengungsi dan relawan Dapur Umum Lapangan telah memproduksi makanan siap saji pada hari Jumat, 20 April 2018 sebanyak 3.500 bungkus. Dapur umum dibuka di 4 titik di 4 Desa tempat pengungsian "jelasnya. 

Ditambahkan Andri , selain itu tim juga melakukan pembersihan material rumah di laksanakan dengan berkordinasi pemilik rumah/korban. Disamping itu juga pembersihan  material sepanjang ruas jalan Provinsi Banjarnegara – Kalibening di lokasi kejadian dengan menggunakan fasilitas manual. Hal ini dilakukan agar arus lalu lintas di jalan Provinsi ruas jalan Banjarnegara – Kalibening tetap lancar sehingga memudahkan mobilisasi  dalam penanganan bencana alam tersebut.

"Hingga hari ke 3 Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Kecamatan Kalibening mobilitas pengungsi masih cukup tinggi sehingga Tim Gabungan terus berupaya semaksimal mungkin sehingga tidak ada pengungsi yang tidak terjangkau/tertangani.

Dan hasil Rakor semalam , kesimpulannya, waktu tanggap darurat cuma 7 hari dari mulai hari pertama gempa. Pengungsi tidak boleh ada yang tidur di tenda harus di rumah rumah penduduk atau di gedung gedung. Pembuatan sekolah darurat berupa tenda untuk anak anak SMP yang akan menjalankan ujian sekolah besok Senin, Legalisasi rumah yang akan dibongkar,pembuatan MCK, serta penambahan tenaga utk Dapur Umum  " pungkas Andri

Seperti diberitakan sebelumnya gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Jumlah korban jiwa akibat bencana gempa bumi di Kecamatan Kalibening korban Luka 21 jiwa, korban meninggal Dunia dua orang atas nama Asep 13 Th alamat Desa Kasinoman dan Ny. Kasri 100 Th alamat Dusun Bakalan Desa Kasinoman.

Sedangkan jumlah pengungsi yang terdata sementara sebanyak 908 KK, 3.590  jiwa yang tersebar di 8 desa di Kecamatan Kalibening yaitu, Desa Kasinoman, 314 KK, 1.293 Jiwa, desa Kertosari 178 KK, 534 Jiwa. Desa Plorengan 46 KK, 168 Jiwa, Desa Sidakangen 751 KK 613 Jiwa.

Desa Kalibening 48 KK,180 Jiwa, Karanganyar 149 KK,650 Jiwa, Desa Majatengah 4 KK,15 Jiwa, Desa Kalisat Kidul 18 KK,53 Jiwa. Sementara kebutuhan mendesak pengungsi, air Mineral, Beras, Minyak Goreng, Lauk Pauk, Kertas Minyak, Karet Gelang, Sayur Mayur, serta perlengkapan tidur (Family Kit) alas tidur, selimut alat mandi (Hygien Kit) detergen, LPG, Pampers Dewasa dan Balita serta terpal (wisnu/ Usi /Pur)

 

 

sam

No comment

Leave a Response