Gelar Pasukan, Antisipasi Bencana Alam Di Wilayah Kab. Banyumas Tahun 2019/2020

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Bertempat di Lapangan Makodim 0701/Banyumas telah dilaksanakan Gelar Pasukan dalam rangka Antisipasi Bencana Alam Di Wilayah Kab. Banyumas Tahun 2019/2020 dengan tema "Dengan Sinergitas Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Dan Masyarakat Kita Wujudkan Ketangguhan Kita Dalam Penanggulangan Dan Penanganan Bencana Alam". Rabu (20/11/19).

Bertindak sebagai Irup Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol didamping Wakapolres Banyumas Kompol Davis Busin Siswara, S.I.K., M.I.K  dan Asekbang dan Kesra Kab. Banyumas Ir. Didi Rudwiyanto, SH., M.Si.

Dalam sambutan Bupati Banyumas yang di bacakan oleh Ir. Didi Rudwiyanto, SH., M.Si mengungkapkan rasa syukur pada hari ini dapat menghadiri dan mengikuti Apel Kesiapsiagaan dalam rangka Antisipasi bencana alam di wilayah Kab. Banyumas Tahun 2019/2020. 

" Terima kasih kepada Dandim 0701/Banyumas, Kapolres Banyumas, Danyonif 405/SK, Kepala Dinas / Instansi, Para Ketua Organisasi Pemuda, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Peduli Bencana, dan semua pihak yang telah mendukung terlaksanannya Apel Kesiapsiagaan dalam rangka Antisipasi Bencana Alam, " katanya. 

Bupati menambahkan dengan kegiatan ini semoga menjadi sarana untuk melihat kesiapan, persiapan-persiapan serta kekuatan tanggap bencana, sekaligus untuk memperkuat komitmen, koordinasi, sinkronisasi dan kesiapsiagaan dari semua pihak terkait dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam di wilayah Kab. Banyumas. 

" Seperti kita ketahui Kabupaten Banyumas memiliki wilayah yang luas dengan kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang rawan terhadap terjadinya bencana. Bahkan Kab. Banyumas memiliki potensi dan frekuensi bencana yang cukup tinggi, khususnya bencana alam banjir, angin puting beliung dan tanah longsor maupun bencana kebakaran, " tambahnya. 

Dengan kondisi wilayah seperti itu menurutnya tentu butuh perhatian khusus dari segenap elemen masyarakat Kab. Banyumas. Karena pada setiap kejadian bencana umumnya membawa kerugian yang tidak sedikit, baik berupa korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis bagi korban, yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional maupun pembangunan daerah. 

Namun demikian tambahnya, perlu dipahami bahwa bencana alam merupakan kondisi yang tidak dapat dihindari dan datangnya tidak bisa dipridiksi. Akan tetapi dapat diantisipasi dan dikurangi atau dimininalisasi dampaknya, apabila kita paham faktor dan resiko penyebabnya. Apabila bencana benar-benar terjadi, harus ada upaya penanganan atau penanggulangan secara cepat, tepat dan akurat sesuai dengan standar operasional prosedur yaitu situasi, reaksi, koordinasi dan tindakan. 

" Perlu dibangun komunikasi dan koordinasi yang semakin intens, serta kerja sama yang sinergis dan proporsional dari semua pemangku kepentingan termasuk kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini warga masyarakat didaerah rawan bencana, sehingga terjadi bencana dapat segera dilakukan tindakan penanggulangan maupun upaya pengurangan resiko bencana secara cepat dan tepat. Sekarang ini wilayah Banyumas sudah memasuki musim penghujan. Perubahan musim ini pada umumnya sangat rawan dengan terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor, maupun munculnya penyakit pancaroba seperti malaria, DB, Chikungunya dan lainnya, " jelasnya. 

Tambahnya lagi hal ini sekaligus mengingatkan kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana, sebagai antisipasi untuk mengurangi risiko apabila bencana bener-bener terjadi. 

"Berkenaan dengan hal tersebut, saya memberikan apresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya Apel Kesiapsiagaan dalam rangka antisipasi bencana alam ini. Selain sangat strategis untuk mengecek kesiapan dan kekuatan SDM / Personil serta sarana dan prasarana, Apel ini juga sangat strategis untuk memperkuat komitmen, sinkronisasi dan koordinasi dari semua pihak terkait dalam rangka antisipasi dan tanggap bencana, " tambahnya.

Bupati mengajak untuk segera merapatkan barisan, bergandengan tangan dan bersinergi bersama-sama melakukan kesiapan dan persiapan dalam menghadapi setiap kemungkinan terjadinya bencana alam diwilayah Kab. Banyumas Tahun 2019/2020, termasuk langkah-langka penanggulangannya. Selain itu, ada beberapa hal untuk diperhatikan oleh seluruh peserta apel sebagai berikut :

1) Tingkatkan koordinasi, kesiapan, kesiangan serta kerja sama tim, sehingga akan meningkat pula kualitas langkah-langka yang berhubungan dengan obdervasi dan analisa serta pencegahan, penjinaan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana. 

2) Segera melakukan tanggap darurat berupa pengungsian, apabila wilayah pemukiman dirasa membahayakan jiwa penduduk. 

3) Segera menutup retakan tanah pada daerah rawan longsor untuk mencegah masuknya air hujan yang bisa berakibat longsoran, dan 

4) Tingkatan gerakan pemberantasan sarang nyamuk, melalui gerakan 3 M yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

"Marilah kita jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari yang lalu serta kita tekadkan hari esok dan seterusnya menjadi hari yang lebih baik dari pada hari ini, Better Banyumas, " pungkasnya. *(jack,hen)

redaksi

No comment

Leave a Response