Gawat! RUU Terorisme Izinkan Tangkap Orang Dalam Satu Bulan

 

Matamatanews.com, Jakarta – DPR terus mengkaji RUU Terorisme, didalam RUU tersebut ada salah satu pasal yang dinilai meresahkan masyarakat yakni, kewenangan aparat untuk menangkap orang tanpa alasan selama 1 bulan. Pasal yang dinilai membahayakan itu tertuang dalam Pasal 28 RUU Teorisme yang berbunyi,”Penyidik dapat melakukan penangkapan terhadap setiap orang yang diduga keras melakukan tindak pidana terorisme dalam waktu paling lama 30 hari.

Senin (3/10/2016), Ahli hukum pidana Prof Hibnu Nugroho mengatakan ,“Itu berbahaya sekali, terlalu longgar dan berpotensi menjadi pelanggaran HAM”. Saat ini menetapan waktu dalam kasus pidana narkotika dan terorisme sudah mengalami perubahan yakni, kasus narkotika menjadi 3x24 jam, sedangkan kasus terorisme menjadi 7x24 jam. Yang sangat diperhatikan dan menjadi konsen pemerintah ialah waktu dalam kasus terorisme. Semula waktu yang ditetapkan dalam kasus tersebut 7x24 jam dirubah menjadi 30x24 jam, maka akan berpotensi tindak abuse of power.

"Nantinya, jangan-jangan penegakan hukum tidak profesional, gegabah. Jangan-jangan nanti ditangkapin semua," ucap Hibnu. Bila permasalahan diatas disetujui, diprediksikan akan melupakan dua prinsip yang sedang berjalan yakni, prinsip akuntabilitas dan prinsip efektivitas. Sementara, aparat dalam bertindak diminta untuk berhati-hati, mengantongi alat bukti yang cukup dan efektif saat menangkap orang sehingga tidak terjadi pelanggaran HAM.

"Alasan bahwa terorisme itu kejahatan yang luar biasa kemudian dijadikan alasan menangkap orang selama 30 hari, itu tidak bisa dijadikan dasar. Aparat harus melakukan tindakan dengan cara yang terukur," tambah Hibnu. [Did/berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response