FPMB Bantah Tudingan Al Chaidar Adanya Teroris Diranah Minang

 

Matamatanews.com, BUKITTINGGI—Meki pengamat terorisme dari Universitas Malikusaleh Aceh, Al Chaidar telah menyampaikan permintaan maafnya terhadap ulama dan tokoh masyarakat Islam Sumatera Barat, namun Forum Peduli Masyarakat Bukittinggi (FPMB) tetap kukuh agar tudingan soal bibit teroris di Sumbar diselesaikan secara tuntas dan bijak.

"Tudingan tersebut sangat memprihatinkan, terutama bagi umat Islam di Sumatera Barat. Karena sejauh ini belum ada bukti bibit-bibit terorisme itu ada di ranah Minang. Tudingan tersebut terlalu kampungan," ucap Ketua FPMB,Drs. H.Yamafril sekaligus anggota Partai demokrat di Bukittinggi.

Menurut mereka tudingan bibit terorisme selain menyakiti hati umat Islam setempat, juga melukai perasaan umat islam pada khususnya. Karena sejauh ini, terutama di Sumatera Barat apalagi di Bukittinggi, belum pernah di dapati adanya jaringan ekstremis apalagi aksi teror.

“Kami masyarakat disini hidup secara berdampingan dalam satu keberagaman, sehingga adanya tudingan bibit teroris ada di ranah Minang atau Sumatera Barat sangat menyakiti perasaan kami, terutama ulama, tokoh masyarakat dan umat Islam yang ada,” kata Yumafril kepada Matamatanews.com, Jum’at (17/8/2018)

Setali tiga uang, salah satu tokoh penggagas 212 di Bukittinggi, H.Yanto mengatakan, meski permintaan maaf telah dilontarkan Al Chaidar, namun tudingan adanya bibit teroris harus dituntaskan.

“Permintaan maaf rasanya masih kurang cukup, kami minta pihak penegak hukum untuk mengusut persoalan tersebut,karena ini sudah menyangkut pencemaran nama baik masyarakat Minang, Sumatera Barat. Dan ini harus menjadi pelajaran bagi banyak pihak terutama pengamat untuk tidak sembarangan mengeluarkan pernyataan,”kata H.Yanto, dengan nada serius.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Bukittinggi, H.Hanafi meminta masyarakat Bukittinggi, terutama umat Islam Sumatera Barat untuk tidak terpancing dengan berbagai isu yang tidak jelas, terlebih menyangkut soal teroris.

“Hati-hati dengan pernyataan tersebut, karena sejauh ini masyarakat hidup dengan damai dan berdampingan dengan masyarakat lainnya, baik muslim maupun non muslim.Jangan karena adanya isu teroris di ranah Minang membuat hidup kita habis saling mencurigai, nanti rugi kita,”harap H.Hanafi.

“Yang terpenting bagi kami saat ini, memberikan pemahaman yang jelas dan utuh kepada masyarakat luar,bahwa  di Minang, Sumatera Barat tidak pada teroris maupun bibit teroris seperti yang ditudingkan itu. Soal adanya sejumlah orang yang ditangkap pihak keamanan terkait aksi teroris, itupun harus ada penjelasan yang utuh,karena semuanya masih dalam proses dan belum ada pernyataan resmi keterlibatan mereka yang ditangkap yang kemudian dipolitisir bahwa  di Sumbar ada banyak bibit teror. Disini, kami hidup saling menghargai dalam satu keberagaman, jadi intinya tudingan itu tidak benar,” tegas H.Yanto, memgakhiri perbincangan. *(cam)

 

 

sam

No comment

Leave a Response