Foxtrot Six, Film Lokal Bernuansa Hollywood

 

Matamatanews.com, Jakarta - Foxtrot Six adalah film laga fiksi ilmiah Indonesia yang diputar perdana pada 21 Februari 2019. Film ini bercerita tentang kondisi Indonesia pada masa depan. Dikisahkan dalam film ini, seorang mantan anggota marinir bersama teman-temannya berjuang menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan dan kepemimpinan sebuah partai politik yang korup dan jahat.

Film ini di sutradarai oleh Randy Korompis, dimana dia mengawali debut penyutradaraannya dan diproduseri bersama oleh Mario Kassar, produser veteran film Hollywood yang dikenal lewat film seperti Terminator 2 (udgment Day)  juga Manoj Punjabi dibawah naungan rumah produksi MD Entertainment dan Rapid Eye Pictures.  

Penggarapan film ini menghabiskan anggaran hingga 70 miliar rupiah, ini terbilang terbesar untuk film aksi laga Indonesia saat dirilis. Film ini dibintangi oleh artis papan atas Indonesia seperti Oka Antara, Verdi Solaiman, Chicco Jerikho, Arifin Putra dan Rio Dewanto. 

Yang menarik dalam film ini yaitu bahasa yang digunakan dalam dialognya  menggunakan bahasa Inggris dengan tujuan untuk dipasarkan di pasar internasional. Koreografer aksi laga perkelahian dalam film ini ditangani oleh tim koreografi laga 'Uwais Team' milik Iko Uwais.

Sinopsis 

Di masa depan, distopia futuristik yang tidak jauh dimana perubahan iklim global telah membuat ekonomi dunia kacau. Hampir seluruh negara di bumi mengalami kekacauan, tidak hanya negara - negara Eropa dan Amerika, Indonesia pun turut terkena imbasnya. Kekacauan ekonomi tersebut membuat kebutuhan bahan pangan semakin susah didapatkan karena harga yang tinggi. 

Dengan adanya krisis ini menyebabkan maraknya kriminal dan gerakan pemberontakan terhadap pemerintahan Presiden Barona (Willem Bevers) dari golongan rakyat kecil. Parlemen dan Presiden Indonesia ada dalam cengkeraman partai politik korup dan jahat bernama Piranas yang membuat keadaan makin tidak terkendali. Piranas lewat elite - elite oligarkisnya berusaha memanfaatkan keadaan global yang sedang memanas dan kacau tersebut demi keuntungan politik mereka juga memonopoli distribusi pangan di Indonesia.

Seorang eks pasukan komando marinir bernama Angga Saputra (Oka Antara) yang kini juga menjadi anggota parlemen di Piranas ditugaskan untuk menjaga moral dan kepatuhan rakyat Indonesia. Karena pengalaman militernya, Angga ditugaskan Piranas untuk menyusup ke kelompok pemberontak bawah tanah yang menjuluki diri mereka sebagai Reform.

Saat bertugas, Angga tiba-tiba disergap dan ditawan oleh kelompok Reform. Ketika ditawan, Angga bertemu kembali dengan Sari Nirmala (Julie Estelle), tunangannya yang dikiranya sudah meninggal namun kini tergabung dalam Reform. Angga akhirnya mengetahui bahwa Piranas telah membohongi dan memanipulasi rakyat lewat cara - cara kotor dan licik, mengekspor bahan makanan ke luar negeri demi keuntungan sepihak dan mengorbankan rakyat.  

Ketika markas Reform diserbu tentara - tentara bayaran Piranas yang dipimpin pembunuh misterius berteknologi tinggi (Godfred Orindeod), Angga memilih untuk melarikan diri dan menyelamatkan Sari beserta kelompoknya. Ketika diburu oleh tentara bayaran Piranas sebagai pengkhianat, Angga kembali menjalin hubungan dengan Sari dan mengetahui bahwa ternyata Angga mempunyai seorang putri dari Sari.

Demi melindungi Sari dan putrinya, Angga mengumpulkan empat mantan rekan tim komando lamanya yaitu Oggi (Verdi Solaiman), Bara (Rio Dewanto), Ethan (Mike Lewis), Tino (Arifin Putra), ditambah seorang pemburu misterius bernama Spec (Chicco Jerikho). Mereka berenam bekerja sama untuk membongkar rencana jahat kelompok Piranas yang berusaha mengendalikan rakyat Indonesia dengan kemiskinan dan kelaparan. 

Foxtrot Six sangat menarik untuk dinikmati karena di tengah kelesuan dunia perfilman nasional, ada terobosan positif dalam hal inovasi pembuatan film ini. Semoga dengan kehadiran film ini akan memicu insan film nasional untuk meningkatkan kualitasnya guna mengangkat kembali dunia perfilman nasional di kancah film internasional. (Javi, berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response