Fokus Dunia Terhadap Bahaya Resistensi Antibiotik

 

Matamatanews.com,JAKARTA---PBB untuk pertama kalinya akan mempertimbangkan apakah resistensi terhadap antibiotik akan dibahas untuk menjadi prioritas Internasional atau diabaikan dari kebijakan PBB. Risistensi terhadap antibiotik sangat berbahaya, karena telah membunuh hampir 700.000 orang diseluruh dunia setiap tahunnya.

Sehingga kelompok negara-negara industri G7 melakukan pertemuan di Jepang pada bulan juni lalu untuk membahas perlawanan terhadap resisten antibiotik sebagai prioritas internasional. Sementara itu, negara-negara G20 melakukan pertemuan di Tiongkok ikut membahas bahaya resistensi antibiotik. Mereka telah sepakat untuk mengurangi resistensi terhadap antibiotik, karena di negara-negara berkembang masalah resistensi ini merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat maupun pertumbuhan dan stabilitas ekonomi global.

Berdasarkan penelitian dalam beberapa tahun belakangan ini, resistensi antibiotik dapat dikurangi dengan berbagai tindakan penting. Adapun tindakan itu antara lain, mengurangi penyalahgunaan obat-obatan dalam bidang kedokteran dan pertanian, meningkatkan pengawasan terhadap tempat-tempat munculnya kasus resistensi. Kemudian mendorong produsen yang tidak aktif dalam pengembangan antibiotik untuk aktif kembali di pasaran.

Sekelompok ilmuan dunia di bidang resistensi antibiotik melakukan pertemuan pada musim panas, pertemuan itu di pimpin oleh Ramanan Laxminarayan, pendiri Center For Disease Dynamics, Economics, and Policy. Hasil dari pertemuan tersebut di publikasikan dalam beberapa jurnal, diantaranya, jurnal Nature yang menyerukan agar masyarakat ikut memerangi resistensi antibiotik. Sedangkan jurnal Science meminta PBB untuk membatasi penggunaan antibiotik dalam bidang kedokteran, kesehatan, pertanian dan lingkungan di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Mereka juga meminta PBB untuk melakukan sosialisasi dan melindungi negara-negara berpenghasilan rendah untuk mengurangi pemakaian antibiotik, karena negara-negara ini terbiasa mengobati warganya yang sedang sakit menggunakan antibiotik. (atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response