Final Euro Dalam Kajian Hubungan Industrial Menurut Kacamata Billy Bagus Nurul Alam

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO - Bagi orang Italia sepak bola adalah segala-galanya dan kebanggaan nasional. Untuk itu semangat, kegigihan, dan kerja keras selama pertandingan tampak hidup sebagai tim yang tampil berani dan penuh gaya. Gaya permainannya menghadirkan keceriaan bagi pendukung dan warga Italia di Piala Eropa.

Kegembiraan juga ditunjukkan oleh alumni Fakultas Hukum Unsoed angkatan 2001 Billy Bagus Nurul Alam,SH. atau panggilan akrabnya Billy. 

"Yei, jagoan saya akhirnya juara Euro 2020 menaklukan pasukan Inggris melalui drama adu penalti. Tampil sebagai hero adalah penjaga gawang Gianluigi Donnarumma yang "ciamik" menepis tendangan demi tendangan pasukan Inggris. Sehingga berakhirlah drama final itu dengan keunggulan Italia yang skor akhirnya 4:3 (1:1 ditambah penalti 3:2)," kata Billy gembira.

Billy yang juga Industrial Relations Manager pada PT. Great Giant Pineapple di Bandar Lampung ini menjelaskan bahwa dirinya bukan ahli dalam urusan perbolaan, ia tertarik euforia final Euro itu ke ranah isu "Hubungan Industrial". Billy tertarik menyoroti sang Kiper Italia Donnarumma yang dia panggil dengan sebutan "Mas Donnarumma" meskipun dia Italiano.

 Mas Donnarumma ini kata Billy, selidik punya selidik akan hijrah dari Milan ke PSG. Kalau dalam dunia ketenagakerjaan istilahnya dia akan resign namun karena memang berakhir kontrak, bukan di tengah masa kontrak karena memang dia statusnya kontrak “PKWT”. 

"Mas Donnaruma bukan seorang “pekerja tetap” yang dipekerjakan sampai waktu tidak ditentukan alias sampai tua. Ngomong-ngomong soal urusan resign biasanya terkait masalah ketidaknyamanan atau urusan lain demi pengembangan karir atau menaikan pendapatan. Siapa tahu Mas Donnarumma ini ternyata memang nggak nyaman sama teman satu timnya Ibrahimovic atau bahkan sama Managernya, atau justru memang dia seorang bintang yang dibajak club lain karena butuh seorang bintang seperti Mas Donnarumma ini," kata Billy. 

Dalam dunia profesional lanjut Billy, memang wajar terjadi bajak membajak karena memang Mas Donnarumma layak dibajak. Buktinya dia jadi pahlawan tim azzurri di Euro 2020 yang dilaksanakan di tahun 2021 dini hari.

 Billy kepo, akhirnya dia coba gali data mengenai Mas Donnarumma. 

"Wow, memang betul berdasarkan data Kompas.com gaji Mas Donnarumma di PSG naik 5 juta Euro dari 7 juta euro per musim di Milan menjadi 12 juta euro per musim di PSG, mantap jiwa. Lebih mantap lagi kontraknya sampai 5 tahun, walau bukan PKWTT (karyawan tetap) PSG," ungkapnya.

 Inilah fakta di dunia profesional yang bayarannya mahal umumnya kontrak bukan "pekerja tetap", dan Billy yakin Mas Donnarumma pun tidak mengejar status menjadi karyawan/pegawai tetap juga. 

Coba kita kaji sejenak data dunia ketenagakerjaan di Eropa. Di Italia tempat Mas Donnarumma cari makan, ternyata upah minimum di sana (data dari checkinprice.com tulisan Jon Stotz), tercatat 874.65 euro/bulan dan upah minimum rata-rata kota Roma di angka 1.450 euro/bulan dengan kurs 1 Euro = Rp. 17.000,-  untuk sektor agriculture. Berarti gaji terkecilnya orang Roma Rp. 24.650.000,-. Jangan dibandingkan dengan Indonesia, jelas biaya hidup di Eropa lebih mahal karena di sana tidak mungkin nasi padang pakai telor bisa di dapat dengan Rp. 10.000,-/bungkus.

 Namun, coba kita bandingkan dengan gajinya Mas Donnaruma di Milan yang mencapai 7 juta euro per tahun atau sekitar 583.333 euro/bulan. Jelas, besar sekali gajinya, ini statusnya kontrak bukan pegawai tetap, namun gajinya 402 x lipat upah minimum Roma. 

"Itulah ganjaran bagi seorang profesional yang level kompetensinya jarang dimiliki orang lain, bekerja dalam industri spesifik, tempat yang tepat serta bergengsi. Maka lumrah gajinya sangat besar, jauh melampaui pekerja biasa bahkan dengan status pekerja tetap (PKWTT) sekalipun yang sudah dicover “BPJS”dengan jaminan hari tua plus dana pensiun," terangnya.

 Tentunya ini jadi renungan kita. Menurut Anda pilih mana? Pilih status, atau pilih isi dompetnya?. Pilih status kontrak tapi gajinya seperti Mas Donnarumma, atau pilih karyawan tetap tapi gajinya seperti pekerja UMK Roma? 

"Ya, tentunya hidup itu pilihan, namun bila mau milih bayaran mahal apapun profesinya ada syaratnya. Syaratnya mutlak, Anda harus istimewa. Istimewa karena kompetensinya bukan karena status diri apalagi karena surat sakti. Salam Forza Italia," kata Billy mengakhiri. (Hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response