Faperta Unsoed Kenalkan Panel Surya Pembangkit Energi Surya Di Desa Wlahar Wetan

 

Matamatanews.com, BANYUMAS -Tim  PPM Bina Desa Fak. Pertanian Unsoed Dyah Susanti,SP, MP mengungkapkan Sektor pertanian Desa Wlahar Wetan, Kec. Kalibagor, Kab. Banyumas selama ini bertumpu pada curah hujan karena posisi sumber air lebih rendah. Menurutnya, embung  yang dibangun tak mampu mencukupi kebutuhan air seluruh lahan pertanian di sekitarnya saat curah hujan rendah. 

Saat perbincangannya dengan Koordinator Sistem Informasi Unsoed Alief Einstein, Dyah Susanti memamparkan guna mengatasi permasalahan tersebut dan mendukung proyeksi Pemerintah Desa Wlahar Wetan sebagai desa agroekowisata, Fakultas Pertanian (Faperta) Unsoed mendampingi desa Wlahar Wetan dalam pengembangan bidang pertanian melalui program pengabdian masyarakat Bina Desa. 

"PPM Bina Desa sumber dana dari BLU Unsoed, telah menginisiasi beberapa program, yaitu pemetaan produk unggulan dan  implementasi beberapa inovasi teknologi tepat guna yang selama ini telah teruji mampu mengatasi berbagai permasalahan di berbagai wilayah nusantara, " terangnya. 

Dyah menambahkan inovasi teknologi Faperta Unsoed yang diintervensikan diantaranya sebagai berikut :

1. Peningkatan produksi padi menggunakan varietas unggul baru padi gogo aromatik toleran kekeringan, Inpago Unsoed 1 pada tahun 2017. Program yang menggunakan sistem pertanian organik ini sukses meningkatkan produksi hingga 31,2% dan pada tahun 2018 bermitra dengan perusahaan dengan pendampingan teknologi dari tim Faperta Unsoed. Kelompok tani telah mampu menghasilkan benih padi Inpago Unsoed 1 bersertifikat.

2. Pengembangan pertanian sehat melalui sistem pertanian organik. Selain pupuk organik untuk mendukung daya dukung lahan bagi produksi tanaman, pengendalian hama-penyakit tanaman menggunakan pestisida nabati dan tanaman refugia juga diterapkan sebagai langkah pengendalian hama dan penyakit terpadu. 

3. Implementasi teknologi panel surya sebagai sumber energi utama pompa guna menaikkan air dari Sungai Serayu ke lahan pertanian.  Tahun 2019 ini, kemarau panjang mengakibatkan dampak kekeringan di Desa Wlahar Wetan yang semakin meluas. Untuk itu perlu diupayakan teknologi yang mampu mengatasi kendala tersebut. Melalui serangkaian tahapan, pompa air yang mendapatkan sumber energi dari solar cell/panel surya ini akhirnya mampu menaikkan air setinggi 4,5 meter dan mengalirkannya hingga 32 meter ke lahan pertanian milik warga. 

"Launching panel surya (solar cell) penghasil energi pompa air ini akan dilaksanakan pada:

Hari/Tgl. : Kamis, 7 November 2019

Waktu     : pukul 13.00 WIB s.d. selesai

Tempat  : lokawisata Boemi Tambangan, Desa Wlahar Wetan, Kec. Kalibagor, Kab. Banyumas, " katanya.

Selain launching panel surya penggerak pompa air oleh Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ir. Anisur Rosyad, M.S., tambahnya, juga akan dilaksanakan penanaman secara simbolis kelapa genjah kuning nias dan tanaman hias untuk mendukung pengembangan agroekowisata dan meningkatkan kemajuan  Desa Wlahar Wetan. *(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response