Fakultas Teknik Unsoed Sukses Gelar Kuliah Umum Pada Akhir Mei 2022 Lalu

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO - Data Science merupakan ilmu yang menggabungkan sebuah kemahiran di bidang ilmu tertentu dengan keahlian Pemrograman, Matematika, dan Statistik. Artificial Intelligence (AI) merupakan sistem komputer (mesin) yang memiliki kecerdasan layaknya manusia. AI mampu melakukan Pembelajaran (perolehan informasi dan aturan untuk menggunakan informasi), Penalaran (menggunakan aturan untuk mencapai kesimpulan), dan mengoreksi diri secara mandiri. 

Internet of Things (IoT) yakni suatu deskripsi dari jaringan fisik atau ”things” yang dipasang dengan menggunakan sensor, software, dan teknologi lain dengan tujuan agar bisa terhubung dan menukarkan data antar divisi dan sistem lain yang menggunakan internet. 

Masyarakat 5.0 atau Society 5.0 adalah konsep teknologi masyarakat yang berpusat pada manusia dan berkolaborasi dengan teknologi (AI dan IoT) untuk menyelesaikan masalah sosial yang terintegrasi pada ruang dunia maya dan nyata. Smart City (kota cerdas) adalah sebuah visi pengembangan perkotaan untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi serta teknologi internet untuk segala dengan cara yang aman untuk mengelola aset kota.

Tujuan dari Smart City adalah untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga. Untuk mendukung terciptanya smart city dibutuhkan banyak persiapan, seperti Integrasi teknologi dalam tata kelola kota berkat keberadaan internet of things. Smart government Memastikan pemerintah daerah pada kawasan wisata prioritas menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) secara berkualitas dalam upaya pelayanan publik yang baik. Masyarakat sendiri bisa turut serta dalam menyusun konsep Smartcity khususnya melalui aspirasi maupun masukan kepada pemerintah, khususnya tentang permasalahan yang sering dihadapi dengan tujuan supaya bisa mendapatkan solusi dari adanya Smart City. 

Konsep  knowledge, skills attitude (KSA) adalah suatu deskripsi atas kualifikasi yang dimiliki oleh calon kandidat karyawan untuk menggambarkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam proses rekrutmen. Konsep ini akan memudahkan Human Resources Department dalam mengidentifikasi kepribadian calon karyawan. 

"Teori Kompetensi Knowledge Skill Attitude dirancang oleh Benjamin Bloom pada tahun 1956 dalam sebuah sidang American Psychological Association. Dalam komite tersebut menghasilkan tiga komponen utama dalam pendidikan, meliputi: Cognitive (Knowledge), Psychomotor (Skills), Affective (Attitude)," ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat pemaparan Kuliah Umum di Fakultas Teknik Unsoed oleh Dosen Jurusan Ilmu Komputer dan Informatika Fakultas Teknik Unsoed Dr.Nurul Hidayat,S.Pt.M.Kom. Selasa (31/5/2022).

Kuliah umum digelar di Auditorium Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman dihadiri oleh dua pembicara utama yaitu Dr.Hamdani, ST.,M.Cs.,IPM. (Dosen dan Ketua Teknologi Informasi dan Komputer/TIK Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur), dan Dr.Nurul Hidayat,S.Pt.,M.Kom (Dosen Informatika FT Unsoed).

Bertindak sebagai Moderator adalah Dr.Lasmedi Afuan,ST.,M.Cs. (Dosen Informatika FT Unsoed). 

Ketua Jurusan Informatika FT Unsoed Teguh Cahyono,ST.M.Kom. mengatakan, kuliah umum tersebut merupakan bentuk edukasi kepada mahasiswa khususnya Jurusan Informatika Unsoed mengenai penerapan Data Science & Artificial Intelligence (AI) untuk Smart City dan Technopreneurship. 

Pembicara pertama, Dr.Hamdani menjelaskan bahwa betapa pentingnya penerapan AI untuk Smart City, dimana penerapan tersebut didukung oleh terintgrasinya Internet of Things (IoT) dalam seluruh lini kehidupan masyarakat.

"Trend Masyarakat 5.0 di Indonesia, mayoritas masyarakatnya cukup aktif sebagai user di internet. Hal ini dapat mendukung realisasi Society 5.0 untuk Smart City," jelas Dr.Hamdani. 

Dia menambahkan, untuk menerapkan konsep Smart City di Indonesia perlu dikembangkan ekosistem Smart City yang terdiri dari Smart Government, Smart Citizen, dan Smart Industry yang dapat berkolaborasi.

Pembicara kedua Dr.Nurul Hidayat membahas terkait Kompetensi dan Skills Technopreneur. Technopreneurship kata Nurul, adalah entrepreneurship yang bergerak di bidang teknologi, tak hanya keahlian wirausaha, juga harus memiliki pengetahuan atas teknologi. Jika dibedah lebih dalam, istilah ini lahir dari dua kata, yaitu technology dan entrepreneurship. 

Dr.Nurul Hidayat atau yang biasa dikenal dengan Dr.ENHA menyatakan bahwa mengasah kemampuan Technopreneurship merupakan hal yang penting dimasa serba technologi seperti sekarang. 

Dia menambahkan bahwasannya 9 dari 10 pintu rezeki adalah dari perniagaan. Dr.ENHA membakar semangat mahasiswa Jurusan Informatika Unsoed untuk mengembangkan skill entrepreneur. 

“Modal utama untuk menjadi entrepreneur adalah knowledge, skills dan attitude” imbuh Dr.ENHA. 

Disampaikan, pembicara 5 Soft Skill yang Harus Dimiliki seorang technopreneur adalah Berpikir Analisis, Menyelesaikan Masalah dengan Tepat, Mahir Komunikasi, Kemampuan Bernegosiasi, dan Manajemen Waktu. Contoh technopreneurship adalah bisnis yang bisa bertahan hingga sekarang dan terus berkembang. Beberapa tokoh technopreneur yang sukses. Nadiem Makarim, Bill Gates dan Elon Musk. (hen)

redaksi

No comment

Leave a Response