Fakultas Biologi Unsoed Adakan Konferensi Internasional Mangrove

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. menjelaskan, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan rangkaian kegiatan International Conference on Mangrove  and  Its Related  Ecosystems (ICoMIRE 2019). Acara digelar di dua lokasi Purwokerto dan Cilacap berlangsung dari tanggal 19 - 23 Agustus 2019. Disampaing seminar internasional adapula kegiatan workshop, field trip dan pembentukan Indonesian Mangrove Society (IMS).

International Conference on Mangrove and Its Related Ecosystems (ICoMIRE 2019)

Mangrove merupakan blue carbon asset yang sangat penting. Di sisi lain, mangrove juga menyediakan layanan dan jasa sosial yang sangat beragam bagi kesejahteraan manusia. Namun, perubahan iklim global dan campur tangan manusia telah menyebabkan hilangnya sepertiga luasan kawasan mangrove dalam tiga dasa warsa terakhir. Menurut Carugati et al. (2018) secara global luasan kawasan mangrove berkurang 1sampai 2 persen  per tahun. Artinya dalam 20 tahun ke depan dapat terjadi pengurangan luas kawasan mangrove sebesar 35 persen. The Global Mangrove Alliance menyebutkan bahwa dunia akan kehilangan 50 persen kawasan mangrove dalam kurun waktu 50 tahun. 

Dalam menyikapi kondisi tersebut maka diperlukan kebijakan pengelolaan mangrove yang didasarkan pada hasil-hasil riset ilmiah. Kebijakan yang disusun hendaknya memiliki pijakan kuat, aplikatif, dan menyeluruh. Pembentukan forum bersama secara internasional dapat dijadikan sebagai wadah dalam mengkaji dan berbagi informasi mutakhir terkait ekosistem mangrove dan manajemennya. Wujud tindakan nyata Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan rangkaian kegiatan International Conference on Mangrove and Its Related Ecosystems (ICoMIRE 2019).

Perhelatan ICoMIRE 2019 dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, dalam sambutan yang dibacakan oleh Deputi II, Bidang Koordinasi Sumber daya Alam dan Jasa, Agung Kuswandono yang berjudul “Menghimpun “Indonesian Mangrove Society” dan menjadikan Indonesia sebagai World Mangrove Centre”. 

Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, MPA. menyatakan; sebagai Negara dengan kekayaan mangrove tertinggi di dunia, Indonesia sangat tepat untuk dijadikan sebagai “World Mangrove Center” (WMC) dan diperlukan wadah bagi para pegiat mangrove seperti Indonesian Mangrove Society (IMS).

Sementara Dekan Fakultas Biologi Unsoed, Prof.Dr.rer.nat Imam Widhiono MZ, MS, dalam laporan mengenai kegiatan ICoMIRE 2019 dengan tema Establishing and Managing Mangrove Databases for Maintaining Its Ecosystem Services and Resources menyampaikan bahwa konferensi dihadiri oleh berbagai kalangan. Hadir pada acara tersebut delegasi dari universitas, KemenKoMar, KLHK, Kemenristekdikti, LSM/NGO, Dinas Provinsi, DKP, dan BPDASHL Serayu Opak Porgo (DASHL) SOP, peneliti dari berbagai Universitas dan lembaga di Indonesia serta dari luar negeri. Selain itu konferensi internasional tersebut mengundang para pembicara kunci dan pembicara tamu dari berbagai Negara seperti Jepang, Vietnam, Filipina, dan Indonesia. Total perserta yang hadir 353 peserta. Pada kegiatan seminar, dipresentasikan sebanyak 66 makalah yang terbagi ke dalam empat topik berbeda: 1) Mangrove ecosystem health in support of sustainable ecosystem use, 2) Ecosystem management (including policy on mangrove management and anthropogenic aspects), 3) Recent approach on mangrove monitoring, dan 4) Interrelated (seagrass, coral, coastal, estuary).

Pada akhir laporannya, Dekan Fakultas Biologi Unsoed berharap kepada semua delegasi dan peserta rangkaian kegiatan ICoMIRE 2019 dapat memperoleh pengalaman yang menarik dan menyenangkan selama kegiatan serta memiliki kesempatan untuk terus memperkuat kerja sama yang sudah terjalin demi terjaganya kawasan mangrove untuk kesejahteraan umat.

Workshop

Workshop yang dilaksanakan atas kerjasama dengan Kementerian Kehutanan membahas tentang kebijakan pengelolaan mangrove dan analisis data lingkungan yang diikuti oleh 40 peserta dari berbagai lembaga dan universitas. Pemateri kegiatan workshop tersebut meliputi perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan peneliti Fakultas Biologi Unsoed. Workshop dilaksanakan pada tanggal 19 -20 Agustus 2019 di Hotel Java Heritage Jalan dr.Angka Purwokerto.

Field Trip

Kawasan mangrove Segara Anakan dipilih sebagai lokasi tujuan kegiatan field trip yang dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2019. Kegiatan tersebut diikuti oleh 131 peserta dari bebagai institusi baik dari dalam maupun luar negeri serta melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam UKM UPI dan BE Fabio Unsoed, serta UKM Mucronata dari FPIK Unsoed.

Acara Field Trip meliputi Pengenalan ekosistem mangrove, Penanaman 1.000 bibit mangrove, dan Kunjungan ke arboretum mangrove.  Arboretum Mangrove yakni tempat bermacam species mangrove yang ditanam dan dikembangbiakan untuk tujuan penelitian dan pendidikan dan lokasi yang ditanam tumbuh-tumbuhan yang dikhawatirkan punah

Lokasi Field Trip di Desa Ujung Alang Kecamatan Kampung Laut, Cilacap.
Penanaman 1.000 bibit mangrove tersebut di Lokasi Field Trip Cilacap merupakan hasil kerjasama antara Kemenko Maritim, Unsoed, KLHK, Lanal Cilacap, Pemerintah Kecamatan Kampung Laut, Masyarakat.

Kongres Pertama MMI (IMS)

Tanggal 21 Agustus 2019 di Hotel Java Heritage Jalan dr.Angka Purwokerto sudah terlaksana konggres pertama Indonesia Mangrove Society (IMS) atau Masyarakat Mangrove Indonesia (MMI) yakni suatu perkumpulan masyarakat yang peduli dengan mangrove di Indonesia.

Hasil Kongres Mangrove Society adalah :

a.Secara resmi dibentuk Indonesia Mangrove Society (Masyarakat Mangrove Indonesia) pada pukul 21.00 tanggal 21 Agustus 2019 dan disepakati oleh seluruh peserta kongres yang hadir, terdiri dari Kementerian (Kemenko Maritim,KLHK,KKP,Bappenas, TNI, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Daerah, Universitas, Swasta, LSM dan Masyarakat lokal.

b. Disepakati Formatur, yang terdiri atas :

1.   Rudhi Pribadi (Undip)

2.     Endang Haris (Pemerintah Daerah)

3.     Erwin Ardli (Unsoed)

4.     Yasser Ahmad (Bappenas)

5.     Setyo Yuwono (KLHK)

6.     I Nyomas Suasa (KKP)

7.     Eko Budi Prianto (Wetlands International)

8.     Sahat M Panggabean (Kemenko Maritim)

9.     Adi Raharja (Sucofindo)

Tugas Tim Formatur :

1.     Menetapkan koordinator tim formatur

2.     Menyiapkan kelengkapan organisasi (AD/ART dan Tata Kerja/Program)

3.     Menetapkan ketua IMS (MMI). *(hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response