Faktor dan Pandangan Perempuan Yang Merokok di Indonesia

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Dalam era yang modern ini merokok sudahlah bukan hal yang tabu bagi laki laki maupun perempuan, namun masih banyak remaja yang belum peduli terhadap dirinya sendiri akan bahayanya rokok bagi kesehatan mereka. Terutama perempuan, di era yang modern di Indonesia ini semakin banyak perempuan yang merokok juga, mungkin tidak diseluruh daerah, tetapi kebanyakan ditemui perempuan merokok dikota besar.

Hal ini terjadi karena budaya merokok sudah merupakan hal biasa untuk segala gender. Tetapi, Perempuan yang merokok rata-rata belum teredukasi terhadap efek buruk rokok terhadap dirinya. Berikutlah beberapa faktor yang memicu perempuan menjadi perokok:

1.Pergaulan

Dalam hal lingkungan pertemanan, perempuan lebih gampang terpengaruh dengan lingkungan nya. Dalam pergaulan pun banyak hal yang negative dan positif untuk di lakukan. Menjadi baik dan menjadi buruk adalah efek dari pergaulan yang ada di sekelompok pertemanan yang mempunyai masalahnya berbeda-beda.

2. Putus cinta putus cinta bukan masalah yang kecil bagi perempuan di era milenial, karena putus cinta tidak hanya menjadi beban pikiran, melainkan bisa menjadi depresi karena merasa kesepian, dan beberapa perempuan menemukan cara untuk menghilangkan beban pikiran nya dengan merokok untuk lebih rileks.

3. Kebiasaan dari keluarga Pada jaman sekarang, banyak orang yang sudah terbuka untuk merokok karena factor keluarga yang memang perokok juga. Yang awalnya hanya mencoba-coba namun ketagihan untuk merokok

4. Merasa Depresi dan Kesepian Depresi dan Kesepian adalah zona yang sulit untuk keluar bagi para perempuan hingga memikirkan untuk mencoba merokok agar menghilangkan Depresi dan Kesepian. dari beberapa faktor tersebut banyak orang sudah menyadarinya, bahwa merokok adalah hal yang membahayakan kesehatannya, Namun bagi beberapa orang memilih merokok agar menganggap diri nya lebih santai dari masalah seperti depsresi, stress, merasa kesepian, dan lain-lain.

Beberapa pandangan negative di depan umum tentang perempuan merokok, seperti berikut:

“pasti cewek nakal”, -pingkipai “diliat ga etis untuk perempuan” -lutfirudianto

“suatu kemajuan dalam kemunduran”, -wira “kalau dilihat dari cover pasti cewe bandel, broken home, nakal,pembantah”-g.ardali

“prihatin, karena efek kesehatan buat cewek bahaya”-jarawalker “tidak baik bagi kesehatannya”-fasha11 ,ada juga pandangan seperti :

“sudah biasa, karena cewek merokok tidak bisa menentukan dia cewek baik atau nakal”-aldo samosir “everything is fine, very fine. Because ngerokok itu bukan perihal gender”-rifnasofwatun

“biasa aja, karena itu pilihan dia sendiri”-dimasizza “mungkin lagi butuh hiburan supaya stress nya hilang, maka itu larinya ke rokok”-vionavincentia

“setiap orang punya caranya sendiri entah resolve something atau cuma buat seneng-seneng” laurentius arvin.( Stella Jessica, Mahasiswi Public Relations di sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relations Jakarta)

redaksi

No comment

Leave a Response