Fak.Kedokteran Unsoed Sukses Gelar Lomba Penyuluhan Goes To Zero Thalassemia 2023".

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Bertempat di Aula Gedung A hari Sabtu (16/11/19), Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto sukses menyelenggarakan perhelatan Final Lomba Penyuluhan dengan tema Thalassemia dari Kader PKK se Banyumas. 

"Acara tepat dimulai pada pukul 09.00 diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan I FK Unsoed Dr.dr.Wahyu Siswandari, SpPK, " ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,H.Hum. 

Dalam sambutanya dr.Wahyu menyampaikan bahwa program ini adalah kerjasama dari tim thalassemia FK Unsoed dengan Yayasan Thalassemia Indonesia dan TP PKK Kabupaten Banyumas. 

"FK Unsoed sebagai bagian dari masyarakat kesehatan sudah seharusnya melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan tema kesehatan, " ungkapnya.

Dr.dr.Wahyu Siswandari, SpPk menjelaskan bahwa program kali ini terasa istimewa mengingat kader PKK adalah ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Diharapkan selepas dari kegiatan ini para kader dapat menjadi sumber informasi tempat para warga bertanya tentang thalassemia. 

Sementara ketua YTI Pusat Ruswandi mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan dirinya menjadi narasumber di Banyumas. Dalam sambutannya dia sangat mengapresiasi tim thalassemia Banyumas, yang senantiasa terus berupaya melakukan upaya pencegahan dengan berbagai programnya. Ruswandi yakin Banyumas akan menjadi pilot project dan menjadi percontohan program pencegahan bagi daerah-daerah lainnya. 

Menurutnya, salah satu indikasi adalah bersinerginya semua komponen di Banyumas dalam melakukan berbagai macam program. Kader PKK, dikatakannya adalah garansi akan cepatnya informasi terutama kesehatan sampai ke tingkat level paling bawah. Untuk itulah Ruswandi menyampaikan optimisme akan cepatnya sosialisasi thalasemia kepada semua lapisan warga Banyumas.

Ketua TP PKK Banyumas Erna Husein dalam sambutannya dibacakan oleh Rahayu menyampikan perlunya semangat PKK terus dijaga dan ditingkatkan untuk mengemban program yang sangat mulia ini. Menurutnya saat ini pasien thalassemia Banyumas (kerasidenan Banyumas, dengan 5 kabupaten) mencapai 500 an orang penyandang. Hal ini memprihatinkan mengingat pembiayaan yang ditanggung oleh BPJS sangat tinggi. Kader PKK, kata Erna harus mampu menjadi lokomotif informasi dan ujung tombak tempat bertanya dari setiap warga Banyumas.

 Acara dilanjutkan dengan lomba penyuluhan, dimana setiap kader PKK mempresentasikan dan mengerahkan kemampuan komunikasi  terkait topik thalassemia. Sesekali diselingi dengan canda khas ibu-ibu PKK dengan kreativitas nyanyian yang menggugah semangat. Yel-yel juga disuarakan oleh para wakil PKK dan menjadi suasana menarik.

Juri lomba yang diwakili oleh Dr.dr.Lantip Rujito menekankan penilaian atas kriteria : kreatifitas penyampaian, keutuhan materi tentang penyuluhan terutama materi pencegahan thalassemia, penggunaan dan optmalisasi alat bantu, serta recalling hasil penyuluhan dari para peserta. 

Tepat pukul 11.00, semua peserta penyuluhan telah menyelesaikan semua tugasnya, tetapi sebelum pengumuman pemenang, acara diselingi dengan pemutaran video tentang thalassemia dan penampilan para thaller atau penyandang thalassemia mayor di Banyumas. 

"Hasil rapat dewan juri diputuskan bahwa pemenang lomba penyuluhah kader PKK se Banyumas diraih dengan urutan rangking sebagai berikut: Juara 1: Kec. Purwokerto Barat, Juara 2: Kec. Lumbir, Juara 3: Kec. Kembaran, Harapan 1 : Kec. Banyumas, Harapan 2 : Kec. Purwokerto Selatan, dan Harapan 3 : Kec. Purwojati, "papar Dr.dr.Lantip.

Selanjutnya Dr.dr.Lantip sebagai Konseptor Bulan Thalassemia Banyumas mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih dan menjadikan motivasi lebih untuk selalu berkarya di masa mendatang. Sebelum kembali ke rumah masing masing ditekankan oleh dewan juri bahwa setelah ini para kader harus mampu menjadi narasumber informasi terkait thalassemia di wilayahnya, dan harus mampu memotivasi warga untuk melakukan pemeriksaan darah atau skrining sebelum melakukan pernikahan atau pada usia dini yaitu masa SMA.

Terkait slogan "Periksa Darah Anda Sebelum Menikah", Dr.dr.Lantip menjelaskan bahwa, 

1. Thalassemia mayor atau orang yang menderita sakit thalassemia, lahir dari orang sehat pembawa gen thalassemia menikah dengan sesama pembawa sifat,

2. Dengan mengecek darahnya untuk diskrining, akan memberi petunjuk lebih lanjut apakah hubungan itu sebaiknya dilanjutkan atau di "cancel",

3. Jika dua-duanya normal, atau hanya satu yang membawa gen thalassemia, maka silahkan dilanjutkan menikah. Jika dua-duanya adalah pembawa gen, maka sebaiknya 'berteman' saja.

4. Skrining pembawa gen thalassemia bisa mulai dari yang murah. Cek darah lengkap lihat Hb, MCV, MCH : biayanya sekitar 50 - 60 ribu rupiah. Cek darah ini dapat dilakukan di Puskesmas atau lab-lab swasta lainnya. Jika kurang dari normal dapat melakukan cek lanjutan yaitu Hemoglobin Elektroforesis di Rumah Sakit Margono, Purwokerto - biayanya 370 ribu rupiah untuk memastikannya,

5. Jika darah lengkapnya normal maka tidak perlu tes lanjutan. *(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response