Evaluasi Program Deradikalisasi

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Program deradikalisasi harus segera diperbaiki namun bukan berarti program ini gagal sama sekali. Kepala Divisi Humas Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, kepolisian akan mengevaluasi program deradikalisasi. Menurutnya, program yang diterapkan saat ini kurang efektif, karena masih banyak mantan terpidana kasus terorisme yang ikut kembali terlibat dalam aksi teror.

Terdapat beberapa kelemahan dalam program ini yakni tidak adanya sistem yang mengatur pengawasan mantan terpidana kasus terorisme setelah mereka keluar dari penjara. Akibatnya, aktivitas mantan terpidana tidak dapat terpantau lagi setelah mereka keluar dari penjara.

Sementara itu, Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris menolak anggapan bahwa program deradikalisasi selama ini tidak berjalan secara efektif. Menurut Irfan, program tersebut sudah berhasil karena dari 95 peserta program pada tahun 2005, hanya terdapat satu peserta saja yang kembali melakukan aksi teror.

Namun, ia menambahkan bahwa BNPT tidak mempunyai wewenang untuk memantau mantan terpidana kasus terorisme karena berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme tidak mengatur hal tersebut.

Sementara itu, Direktur The Wahid Foundation Zannuba Arifah Chafson yang biasa dikenal Yenny Wahid mengatakan, program rehabilitasi untuk terpidana kasus terorisme seharusnya menjadi perhatian khusus dalam mengevaluasi program deradikalisasi. Yenny menambahkan, saat ini masih belum jelas siapa yang melakukan pengawasan dan pembinaan. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response