Erdogan Tuduh Eropa Tinggalkan Turki Untuk Menanggung Biaya Kemanusiaan

 

Matamatanews.com, ANKARA—Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan bahwa Eropa harus bertanggung jawab atas nasib dan prospek jutaan migran asal Suriah yang kini mengalir ke wilayahnya.Kini ada ratusan ribu orang yang tengah mencari perlindungan di Eropa setelah Turki membuka perbatasannya pada pekan lalu dan akan terus meningkat dengan cepat, kata Erdopgan dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada Senin (02/03/2020) kemarin dihadapan para anggota partai di Ankara, Turki.

Erdogan menuduh Eropa meninggalkan Turki untuk menanggung beban biaya kemanusiaan, sosial dan finansial dari masuknya pengungsi dari Suriah. Kemarahan Erdogan semakin meningkat pada hari Kamis ketika 34 tentara Turki terbunuh di Suriah barat laut oleh pasukan yang setia kepada Presiden Bashar Assad, mendorongnya untuk bersantai di tepi perbatasan. Uni Eropa dan NATO juga belum memenuhi permintaannya akan bantuan militer untuk menghentikan tentara Suriah dari bergerak lebih jauh ke daerah-daerah Idlib yang dikuasai pemberontak tempat pasukan Turki berpangkalan.

Yunani telah mengerahkan pasukannya ke perbatasan Turki setelah puluhan ribu pengungsi tiba di sana dengan bus dan sarana transportasi lainnya. Serangan pemerintah Suriah di Idlib juga mendorong sekitar 1 juta orang melarikan diri ke Turki.

Foto-foto dan rekaman video yang diambil di perbatasan Pazarkule menyeberang ke Kastanies Yunani menunjukkan ribuan migran berkumpul. Yang lain menunjukkan bentrokan antara migran dan polisi Yunani dan orang-orang yang naik perahu untuk membawa mereka ke pulau-pulau Aegean Yunani di dekat Turki.Uni Eropa menyerukan pertemuan darurat para menteri luar negeri pada hari Minggu untuk mengatasi dampak konflik Suriah.* (c)

redaksi

No comment

Leave a Response