Empat Bank Nasional Rencanakan Kerjasama Sistem Uang Elektronik

 

Matamatanews.com, JAKARTA –Dalam waktu dekat empat bank nasional terbesar yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk berencana lakukan kerjasama sistem pembayaran non tunai (cashless) melalui uang elektronik ke dalam satu jaringan bersama.

Menurut catatan bank sentral, keempat bank tersebut merupakan  pemain besar dalam bisnis uang elektronik. 75 persen pasar kartu debit dan kredit di Indonesia telah dikuasai oleh empat bank tersebut. produk uang elektronik yang telah dirilis yakni e-money milik Bank Mandiri, Tapcash BNI, Brizzi BRI dan Flazz BCA.

Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri menyatakan bahwa kerjasama tersebut merupakan implementasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang interkonektivitas dan interperabilitas dalam rangka National Payment Gateway (NPG) yang diresmikan Bank Indonesia (BI).

“MoU telah ditanda tangani dan disaksikan Gubernur BI. Nantinya empat bank tersebut diminta untuk mempelopori platform untuk e-money, dengan harapan platform yang telah dibangun oleh empat bank tersebut dapat lebih seragam sehingga menjadi single sistem,” ungkapnya, Senin (23/01/2017).

Ia juga menjelaskan penggabungan sistem tersebut dapat saling memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun oleh bank pelopor. Sebagai contoh, nantinya Bank Mandiri akan mengizinkan Flazz BCA digunakan di Gerbang Tol Otomatis (GTO). Begitu juga sebalinya, pembayaran parkir non tunai (Secure Parking) yang didominasi Flazz BCA, nantinya kartu uang elektronik terbitan ketiga bank lainnya dapat digunakan untuk pembayaran parkir non tunai.

Penggabungan sistem ini ditargetkan selesai dalam dua bulan kedepan. Saat ini masing-masing perseroan tengah mengkaji manfaat komersial yang dihasilkan dari kerjasama itu.

“Yang Jelas, kerjasama tersebut harus saling menguntungkan. Ia juga berharap dengan kerjasama ini Bank Mandiri dapat meningkatkan pendapatan berbasis komisi (Fee Based Income),” ungkap Direktur Bank mandiri.

“Jika bank lain mau menerbitkan kartu silahkan. Tinggal issue saja, platform nya menggunakan empat bank besar ini. Hanya nantinya ada transaction fee-nya, karena kami yang bangun capital expenditure-nya,” tambahnya. (Adith/Berbagai sumber)  

sam

No comment

Leave a Response