Emmanuel Macron Panen Kecaman dan Pemboikotan

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Presiden Perancis Emmanuel Macron yang dalam pernyataannya dianggap menyudutkan dan mengkritik masyarakat Islam dengan cara menutup masjid  serta mengawasi sejumlah organisasi masyarakat Muslim , usai kejadian pembunuhan seorang guru kini menuai kecaman dari berbagai negara.

Macron dianggap menyerang Islam karena pernyataannya yang dianggap menyudutkan kaum Muslimin, ia juga dituding tidak memiliki keinginan untuk melarang penerbitan Majalah Charlie Hebdo yang menggambarkan Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wassalam dalam edisi terbarunya dalam bentuk kartun.

Kini Macron panen kecaman dari berbagai negara , terutama Arab Saudi, Kuwait, Yordania, Bangladesh, Palestina, dan Turki. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi seperti dikutip kantor berita Saudi Press Agency (SPA) mengatakan bahwa Arab Saudi mengutuk setiap kartun yang menyinggung Nabi Muhammad shallallahu Alaihi Wassalam dan menolak setiap upaya untuk mengubungkan Islam dengan terorisme.

“Kerajaan Arab Saudi menolak segala upaya untuk menghubungkan Islam dengan terorisme dan mengutuk kartun ofensif Nabi Bimbingan dan Utusan Perdamaian Muhammad bin Abdullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, atau salah satu utusan, damai sejahtera. atas mereka, "kata sumber itu seperti dilansir Al Arabiya.

Dibagian lain, pada hari Senin (26/10/2020) Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim Mohammed al-Issa mengatakan, bahwa umat Islam tidak menentang kebebasan konstitusional individu, hanya mencoba untuk mendistorsi kebebasan tersebut dan menggunakannya untuk menyebarkan kebencian.

“Kami tidak menentang kebebasan yang sah, tetapi kami menentang penggunaan kebebasan itu untuk keuntungan materi, merusak nilainya. Kami juga menentang akibat penyebaran kebencian dan rasisme, ”katanya.

Pemimpin Oposisi Perancis Jean-Luc Melenchon juga ikut mengecam sikap Macron atas pernyataannya yang dianggap menghina Islam.

Pemimpin Oposisi ini menyatakan Macron "benar-benar kehilangan kendali atas situasi" dalam perselisihannya dengan Turki terkait Islamofobia.Mantan anggota Parlemen Eropa ini pun mengaku telah beberapa kali mendukung Macron atas perselisihannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Namun kini dia memilih untuk diam dan tidak mau lagi mendukung Macron dalam perselisihan dua kepala negara tersebut.

"Yang terbaik yang bisa saya lakukan adalah diam," katanya kepada Radio Inter Perancis Senin 26 Oktober 2020 kemarin seperti dikutip  Anadolu Agency.

Kini Macron bukan saja panen kecaman dan kutukan, bahkan gelombang penolakan terhadap produk-produk asal Perancis mulai dilakukan, seperti di Kuwait, Yordania, Arab Saudi, dan Turki, seluruh produk asal Perancis diturunkan dari rak.

Kini pusat perbelanjaan, baik mall, swalayan , hingga toko kecil yang biasa menjual produk Perancis sepakat mengosongkan rak mereka atau menutupnya dengan kain agar tidak terlihat oleh konsumen.

“Kini saatnya untuk bersikap atas tindakan mereka yang menghina dan melecehkan Islam, dan kami sepakat untuk menurunkan produk-produk asal Perancis toko kami agar mereka mengerti bahwa kami juga bisa bersikap tegas untuk menolak semua produk mereka dipasaran,” jelas Mahmoud ,di Amman, Yordania kepada Maqsood Sulaiman dari Matamatanews.com. (bar/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response