Ekspedisi KAUnsoed "Peduli Erupsi Semeru"

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang Jawa Timur pada Sabtu 04 Desember 2021 lalu, mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG). Jarak luncuran awan panasnya mencapai 11 kilometer. Menurut Laporan Posko Tanggap Darurat, sebanyak 4.250 orang  mengungsi di beberapa tempat seperti di sekolah-sekolah, masjid, balai desa, rumah penduduk atau rumah saudara sendiri. Rumah yang terdampak erupsi 5.250 unit. 

“Ada 10 kecamatan dan 17 desa yang terdampak erupsi Semeru. Sedangkan korban luka berat sampai saat ini 26 orang, 34 orang meninggal dunia, dan 22 orang hilang,” ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir. Alief Einstein,M.Hum kepada Matamatanews.com.

Ketua Panitia Komite Peduli Erupsi Semeru KAUnsoed yang juga Ketua Harian KAFE / Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unsoed Ahmad Subagyo menjelaskan, berangkat dari kepedulian atas musibah yang menimpa saudara-saudara di sekitar Gunung Semeru-Lumajang yang terdampak Erupsi selang tiga hari tepatnya tanggal 7 Desember 2021, dia  berinisiasi mengajak para alumni Unsoed untuk membentuk Panitia Peduli ERUPSI SEMERU lewat WAG KAUnsoed (Keluarga Alumni Unsoed).

Idenya mendapat respon positif dari alumni, dilanjutkan "kopi darat" di Purwokerto tanggal 11 Desember 2021, di Ruang Terasa, Arcawinangun Purwokerto Timur. Beberapa alumni yang hadir diantaranya Abdul Kadir Bisir (FEB'84), Rudi Sutanto (FEB'80), Sularto (FEB’93), Heri (Fabio ’91), BEM FEB, dan UPL Unsoed. 

Dalam rapat tersebut juga dilakukan koordinasi dengan KAUnsoed lewat zoom Meeting yang dihadiri oleh Haiban Hadjid (mantan Ketum KAUnsoed), Anang Fahmi, Eka Budi Sulistio, Zainal Abidin, AB Susanto, dan Yuyun. 

Beberapa keputusan dan kesepakatan telah dihasilkan, antara lain pembentukan Komite Aksi Peduli Erupsi Semeru, Kegiatan Sosial Penggalangan Dana dari alumni, Pembentukan POSKO Purwokerto dan POSKO Lumajang.

Lebih lanjut Ahmad Subagyo menjelaskan, aksi penggalangan dana dilakukan sejak tanggal 12 Desember 2021 hingga 31 Desember 2021, terkumpul dana sebesar Rp. 44.450.000,-. 

Berdasarkan rapat panitia tanggal 5 Januari 2022 secara hybrid di rumah Bisir (Cirebon) yang dihadiri oleh Rudi Sutanto, Anang Fahmi, Ahmad Subagyo, Bisir dan Eka, disepakati beberapa poin, antara lain: 

1. Kegiatan pengumpulan dana ditutup per-31 Des 2021. 

2. Penyerahan donasi akan diserahkan melalui BAZNAS BANYUMAS.

Panitia melalui bendahara KAUnsoed telah menyerahkan Dana Donasi yang terkumpul sejumlah Rp. 44.450.000 kepada Bendahara Panitia  (Anang Fahmi) pada tanggal 6 Januari 2022. Pada tanggal yang sama Bendahara menyerahkan Donasi dari KAUnsoed sepenuhnya 100% ke BAZNAS Banyumas dengan akad Muqayyad (terikat).

Penyerahan Bantuan ke Lokasi

Tim Peduli KAUnsoed yang terdiri dari Ahmad Subagyo, Rudi Sutanto, Abdul Kadir Bisir, dan Amanat (UPL) berangkat dari Pekalongan ke Lumajang, hari Jumat (7/1/2022). Pada hari yang sama Tim dari Purwokerto juga berangkat dengan 2 armada membawa bantuan yang dikomandani oleh Zainal Arifin (FABIO 97).

Tim tiba di POSKO LUMAJANG pada pukul 20.15 hari Jum'at. Mereka langsung berkoordinasi dan penyerahan bantuan langsung ke beberapa titik, antara lain: 

(1) Gentengsari, Kel.Pulo, Kec. Tempeh, Kab. Lumajang, 

(2) Kelurahan Jarit, Candipuro-Lumajang dan 

(3) Dusun Banjarrejo-Sumbermujur di Kecamatan Candipuro-Lumajang dan 

(4) Dusun Kel. Sumbermujur-Candipuro-Lumajang. (hen)

redaksi

No comment

Leave a Response