Ekonomi Kaltim Akan Berkembang Pesat Dengan Kehadiran IKN

 

Matamatanews.com, JAKARTA - Konsep pembangunan IKN mengusung visi sebagai Super Hub Ekonomi yang mendorong integrasi rantai pasok/nilai domestik, meningkatkan integrasi Indonesia dengan pasar global, dan menginspirasi dunia tentang pembangunan kota yang hijau berkelanjutan dan layak huni.  

Pembangunan IKN akan dilaksanakan dengan satu misi untuk menggeser pusat gravitasi ekonomi yang selama ini masih di wilayah Indonesia bagian barat (59% PDB dari Jawa, 22% PDB dari Sumatera, 91% kargo dari barat ke timur, 75% investasi di Jawa dan Sumatera, serta 70% universitas berakreditasi A di Jawa dan Sumatera) ke arah pertumbuhan ekonomi yang lebih merata antarwilayah. 

Aktivitas ekonomi di IKN akan digerakkan melalui kerja sama tiga kota yang mencakup IKN, Samarinda dan Balikpapan yang bertumpu pada sektor-sektor maju masa depan seperti manufaktur ramah lingkungan, farmasi terintegrasi, agroindustri berkelanjutan, manufaktur kimia maju, energi ramah lingkungan, serta pariwisata berkelanjutan. 

Dalam kerja sama tiga kota, IKN akan berperan sebagai pusat syaraf (nerve center) yang merupakan pusat pemerintahan dan hub inovasi hijau, yang didukung kota cerdas (smart city) dengan layanan digital terintegrasi, layanan pendidikan kelas dunia, pusat riset dan inovasi kelas dunia, serta pariwisata berbasis kota/bisnis (termasuk untuk meeting, incentive, convention and event/MICE) dan wisata kesehatan. 

Samarinda akan berperan sebagai jantung (heart) yang memfasilitasi pengembangan sektor energi baru terbarukan dan pertambangan yang ramah lingkungan, serta pariwisata yang berbasis ekowisata, wisata kebugaran dan wisata bisnis.

Balikapapan akan berperan sebagai muscle base yang memfasilitasi pengembangan sektor petrokimia, jasa-jasa industri, logistik, serta pariwisata yang berbasis ekowisata, wisata kebugaran dan wisata bisnis.

Kerja sama ketiga kota tersebut juga diperkuat dengan pengembangan wilayah lain di Provinsi Kalimantan Timur yang akan berperan sebagai paru-paru (lung) untuk memfasilitasi pengembangan sektor pertanian, agroindustri terutama oleokimia, serta pariwisata yang berbasis ekowisata dan wisata kebugaran.

Pengembangan IKN juga sekaligus akan mendorong transformasi perekonomian Provinsi Kalimantan Timur sehingga tidak hanya bertumpu pada komoditas, terutama migas. 

Berbagai aktivitas ekonomi yang dikembangkan dalam kerja sama tiga kota dan di wilayah lainnya di Provinsi Kalimantan Timur akan meningkatkan kontribusi PDB Provinsi Kalimantan Timur dari sekitar US$ 33 miliar (4,3% PDB nasional) pada tahun 2019 menjadi US$ 180 miliar (5,7% PDB nasional) pada tahun 2045. Ukuran perekonomian Kalimantan Timur pada tahun 2045 hampir setara dengan ukuran perekonomian DKI Jakarta pada tahun 2018. (A.Haris S/berbagai sumber)

redaksi

No comment

Leave a Response