Duh,Zionis dan Syi’ah Bersatu Hancurkan Negara Islam?

 

Matamatanews.com,JAKARTA-Hingga kini orang masih mengira bahwa Iran merupakan negara terdepan dalam  melawan Zionisme Yahudi. Tetapi sesungguhnya, Syiah dan Zionis Bersatu Menghancurkan Negara-Negara Islam, meski sejatinya  di luar mereka tampak bermusuhan, namun di bawah meja saling berjabat tangan. Setiap peristiwa memiliki beberapa sudut pandang. Setiap potongannya, jika secara teliti dikumpulkan, disusun dengan cermat, akhirnya menghasilkan “kebenaran” yang sesungguhnya.

SETIAP rencana operasi, baik di sektor militer maupun nonmiliter senantiasa ada penanggungjawab dan aktor intelektualnya. Begitu pun rencana yang tengah disusun Zionis dan Syiah, biasanya mengandung muatan serangan dengan sasaran jangka pendek atau jangka menengah hingga jangka panjang. Serangan dengan sasaran jangka panjang mengandung perhitungan yang matang agar sasaran jangka pendek dan menengah tidak boleh gagal dan bocor, dengan demikian sasaran jangka panjang dapat tercapai.

KEBERHASILAN rencana jangka pendek akan menentukan keberhasilan rencana berikutnya. Begitu pula sebaliknya, kegagalan rencana jangka pendek akan membawa dampak negatif terhadap  rencana jangka menengah dan jangka panjang. Seperti kita ketahui selama ini, keberadaan dan sikap Syiah dengan segenap talbisnya yang banyak menyerupai penampilan Islam, sesungguhnya lebih berbahaya dari musuh-musuh islam yang terang-terangan mengumumkan perang. Dengan tipuan penampilan, pembelokan fakta dan sejarah yang ada, mereka mampu membius dan menggiring sebagian umat islam kelorong-lorong kesesatan yang tak terperikan.

PENISTAAN terhadap sahabat,bahkan para istri Nabi yang mulia,penghalalan yang haram dan sebaliknya,bahkan sampai  kepada penuhanan makhluk adalah titik kulminasi kesesatan yang membuat pelakunya murtad,sadar atau tidak meski awalnya ditawarkan dalam bentuk gula-gula bernama ukhuwah dan persatuan umat. Semua itu dibungkus ‘kehebatan” jurus Syiah bernama Taqiyah,sehingga racun tampak seperti madu. Jargon anti Amerika yang diteriakan dan digembar-gemborkan Iran saat, hanya pepesan kosong yang terbongkar dalam jihad Suriah.

Konflik Syi’ah dan Sunni di Indonesia

(A).Pembakaran Pondok Pesantren Al-Hadi, desa Brokoh,Wonotunggal,Kabupaten Batang,Jawa Tengah 14 April 2000. Insiden ini mengakibatkan 3rumah hancur, 1 mobil dirusak, dan 1 gudang material bangunan dibakar massa. Kepala Humas Batang,Agung Prasetyo mengatakan sebenarnya keberadaan Pondok Pesantren Al-Hadi itu sudah dilarang oleh Kajari Batang dengan surat tertanggal 3 april 2000 Larangan itu berdasarkan permintaan masyarakat yang tidak menghendaki adanya aliran Syi”ah. “ Namun, tanpa ada koordinasi dengan Pemda Batang dan aparat terkait lainnya,, pihak Pondok Pesantren   Al-Hadi mendirikan cabang Ponpes dan melakukan kegiatannya di tempat itu,”katanya.

(B).Demo anti Syi’ah di Jawa Timur, yaitu pada 24 Desember 2006 sehingga menghancurkan 3 rumah, 1 musholla, dan  1 mobil milik ketua  IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia ) setempat. Sebelumnya,pada pertengahan  November 2006, di Bondowoso terjadi kerusuhan sosial yang melibatkan komunitas Syi’ah. Konflik berawal ketika Kyai AM dari Sunni melakukan ijtima’ pada majelis zikir rutin masyarakat Kecamatan Jambesari, Bondowoso. Bersamaan dengan itu, kelompok Syi’ah yang dimotori IJABI cabang Bondowoso dipimpin oleh Bakir Muhammad Al-Habsyi menggelar ritual do’a Kumail, yang rutin dilakukan setiap malam Jum’at di Pondok  Pesantren binaan Kyai Musawir.

(C).Pada 9 April 20007, Syi’ah di desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang Madura ketika akan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad ditentang oleh kelompok Aswaja yang berusaha membubarkan acara tersebut.Massa Aswaja adalah penduduk local plus daerah lain yaitu  Batu Biru (pimpinan ustadz  AA ), Sumenep,Waru, dan Pasean.

(D).Pada 20 April 2007, beberapa organisasi massa Islam,seperti Persis, Muhammadiyah, dan NU serta pesantren yang berada dibawah naungannya yang menamakan diri HAMAS berjumlah sekitar 2000orang, dipimpin Habib Umar Assegaf berancana akan mendatangi pesantren  YAPI Bangil,Jawa Timur. Karena YAPIdiduga kuat sebagai agen pengkaderan Syi’ah.

(E).Pada 13 januari 2008, sekitar pukul 20.00 WIT, kurang lebih 200 orang melakukan pembubaran kegiatan kelompok Syia’h di Yayasan al-Qurba yang dimotori oleh Hasyim Umar di dusun Kebun Ruek, Kecamatan Ampenan,Lombok Barat NTB dalam rangka memperingati hari Asyura.

(F).Pada 29 Desember 2011, kelompok Sunni di Sampang hilang kesabaran dan membakar  beberapa fasilitas rumah dana musholla pemimpin syi’ah Tajul Muluk di desa Karang Gayam,Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang ,Madura. Dalam pandangan kaum Sunni Sampang, Tajul Muluk ingkar janji untuk tidak menyebarkan ajaran Syi’ah di Karang Gayam Omben sejak tahun 2006 lalu. Dalam konflik itu tidak ada korban jiwa.Warga Syi’ah diungsikan ke gedung Olah Raga Sampang, Madura.

(G).Pada 26 Agustus 2012, konflik horizontal Sunni-Syi’ah pecah lagi di Omben,sampang dan mengakibatkan seorang meninggal dunia yang dipicu oleh penghadangan anak-anak pengungsi Syi’ah di Sampang yang hendak  kembali ke pesantren YAPI Bangil yang menjadi pusat pendidikan dan pengkaderan Syi’ah di Jawa Timur. Konflik yang terjadi,meski tidak semuanya  mengemuka dan berskala nasional, perlu di dalami penyebab utama konflik. Pemahaman tentang penyebab utama konflik dapat membantu membaca  sejauhmana solusi  yang harus diambil oleh berbagai pihak.(bersambung/samar)

sam

No comment

Leave a Response