Dugaan Pembantaian Warga Sipil Yang Dilakukan Republik Kongo

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Jumat pekan lalu, New York Times mendapatkan kiriman video yang menampilkan kekejaman tentara berseragam resmi membantai sekumpulan orang yang terjadi di Republik Kongo. namun, Republik Demokratik Kongo menampik video tersebut,  video yang menampilkan pembantaian ini berdurasi tujuh menit. Dugaan pembantaian tersebut terjadi di desa Mwanza Lomba, di tengah bentrokan yang sedang terjadi antara pasukan pemerintah dengan milisi Kamwina Nsapu.

Seperti yang diberitakan New York Times, video tersebut dimulai dengan pasukan tentara yang berjalan ke arah sekelompok orang yang sedang bersorak. Pasukan yang berseragam resmi militer pemerintah ini mulai mengangkat senjata dan mulai menembak.

Satu persatu orang yang sedang berkumpul berjatuhan, namun orang yang tersisa tidak mencoba melarikan diri dari tentara tersebut. Kemudian para tentara tersebut mulai mendekati para korban yang terluka lalu menembak kepala mereka dengan menggunakan senapan serbu dari jarak yang dekat.

Sementara itu, plt juru bicara kementerian Luar Negeri AS Mark Toner mengecam kejadian tersebut, dimana terdapat anak-anak dan perempuan yang di eksekusi dengan begitu saja. Seperti yang dikutip AFP, Mark mengatakan,”Pembunuhan di luar hukum seperti ini, jika terkonfirmasi, akan menjadi pelanggaran hak asasi manusia besar-besaran dan mengecam kekerasan meluas serta ketidakstabilan di Negara yang labil”,

“Kami meminta kepada pemerintah Republik Demokratik Kongo untuk melakukan investigasi segera dan mendalam, berkolaborasi dengan organisasi internasional yang bertanggung jawab untuk memantau hak asasi manusia”, lanjut Mark.

Selain itu, video rekaman tersebut juga sedang di pelajari oleh Human Rights Watch, sejumlah diplomat barat dan PBB. Kemudian Dapartemen Perdamaian PBB mengatakan, “Video ini menunjukan rekaman pembunuhan dan eksekusi warga sipil yang mengejutkan yang dilakukan oleh personil berseragam”. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response