Dubes Turki Bongkar Kegiatan Organisasi Teroris FETO

 

Matamatanews.com, BRUSSELS – Organisasi teroris merupakan organisasi yang bisa membuat keadaan suatu daerah ataupun negara menjadi tidak menentu. Hal itu diungkapkan oleh Duta Besar Turki untuk Brussel, Zeki Levent Gumrukcu terkait organisasi teror Fetullah (FETO). Menurutnya, Organisasi Teror Fetullah (FETO) adalah kelompok teror "berbeda tetapi berbahaya" yang tidak dikenal dunia.

“Negara-negara Eropa, termasuk Belgia, kesulitan untuk memahami karakter asli dari organisasi teror Fetullah (FETO). Seperti apa dan bagaimana sesungguhnya organisasi teroris yang berbeda namun berbahaya”, ujarnya terhadap awak media.

Pemimpin FETO yang berbasis di Amerika Serikat, yakni Fetullah Gulen, mengatur kudeta yang dikalahkan pada 15 Juli 2016 silam menyebabkan 251 orang menjadi martir dan sekitar 2.200 orang mengalami luka-luka.

“Ini adalah organisasi yang telah menyembunyikan dirinya, dan telah menembus ke berbagai bagian masyarakat selama bertahun-tahun,”ujar Gumrukcu.

“Tapi tujuannya adalah untuk menumbangkan tatanan demokratis dan mengambil kendali pemerintah.” lanjutnya.

Melihat banyak pihiak yang kesulitan memahami dan menangani organisasi tersebut, Gumrukcu mengatakan, “Saya pikir FETO bukanlah organisasi pendidikan atau amal yang tidak bersalah.” ujarnya. Sementara, berbicara mengenai operasi kontra-terorisme Turki, ia pun mengatakan, “Turki telah memerangi empat hingga lima organisasi teroris yang berbeda-beda secara bersamaan yakni PKK, FETO, Daesh, dan DHKP-C yang berhaluan kiri.” katanya.

PKK merupakan organisasi sayap kiri yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa yang melancarkan kampanye teror terhadap Turki selama lebih dari 30 tahun dan bertanggung jawab atas kematian hampir 40 ribu orang. Pada bulan Juli 2015, PKK melancarkan aksi terornya, hingga lebih dari 1.200 nyawa melayang termasuk personel pasukan keamanan dan warga sipil. Aksi teror tersebut sudah berlangsung puluhan tahun silam.

Sementara, DHKP-C bertanggung jawab atas sejumlah serangan teror di Turki, termasuk serangan 2013 terhadap Kedutaan Besar AS di Ankara, yang menyebabkan seorang penjaga keamanan Turki tewas dan seorang wartawan terluka.[Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response