Dua Dosen Unsoed Selamat dari Gempa dan Tsunami Taiwan

 

Matamatanews.com, TAIWAN - Saat gempa dan tsunami Taiwan terjadi,  dua dosen dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan / FPIK Unsoed R.Taufan Harisam, S.Pi, M.Si. dan Joni Johanda Putra tengah mengikuti studi lanjut S3 di Departement Life Science, Tunghai University, Taiwan. Kedua dosen tersebut selamat, bahkan mereka masih mengerjakan aktivitas di laboratoriumnya di masing-masing. Kota itu menjadi wilayah yang terparah, berada di dekat pesisir kota Hualien. 

R.Taufan Harisam mengatakan dirinya  hanya merasakan bangunan yang ia tempati bergoyang-goyang selama dua menit-an dan disusul dengan tiga kali gempa yang lebih ringan. 

"Pada umumnya penduduk Taiwan tidak panik, kemungkinan karena kualitas bangunan yang ada di sana sudah anti gempa," ungkap dosen ahli Ecology of Marine Macroalgae dari FPIK Unsoed ini dipandu Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com.

Dalam paparannya Taufan mengatakan bahwa telah terjadi gempa di Taiwan pada hari Rabu, 03 April 2024, pukul 07:58:09 waktu Taiwan. Epicenter: 23.77°N, 121.67°E 25.0 km SSE of Hualien County Hall, Focal depth: 15.5 km. Magnitude (ML): 7.2. Kemudian terjadi gempa susulan puluhan kali sampai siang pukul 14.45 waktu Taiwan. 

Akibat yang ditimbulkan dari gempa dan tsunami itu adalah rusaknya bangunan, jalan raya, serta empat orang dinyatakan meninggal dan sedikitnya 57 orang terluka di Kota Hualien. 

Taufan mengatakan bahwa gempa di kota Taichung, merupakan gempa terbesar dan terkuat selama dia tinggal di Taiwan. Walaupun gedung bergoyang kencang selama beberapa menit namun mereka selamat. Di waktu bersamaan, HP mereka berbunyi pada saat gempa mulai bergetar sebagai tanda peringatan dari pemerintah setempat.

Taufan yang mempunyai 16 jurnal artikel di indeks Scopus ini menambahkan bahwa KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia) di Taiwan, menghimbau agar seluruh WNI di Taiwan khususnya di wilayah Hualien untuk tetap waspada terkait potensi gempa susulan. 

WNI di Taiwan dihimbau agar mengikuti perkembangan informasi dari otoritas Taiwan. Jika ada terdampak agar segera melapor KDEI Taipei melalui hotline. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response